BI: Pasar keuangan Asia Pasifik baik di tengah ancaman ekonomi dunia
Kondisi ekonomi dan kebijakan moneter yang berbeda di negara maju membuat kondisi ekonomi dunia rentan dan bergejolak.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pasar keuangan Asia Pasifik tetap baik di tengah ancaman ekonomi dunia. Hal ini juga dilihat oleh para gubernur bank sentral Asia Pasifik yang hadir dalam Executives Meeting of East Asia and Pasific (EMEAP).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara, mengatakan perhelatan ini merupakan bentuk kesepakatan bank sentral di Asia Pasifik untuk semakin memperkuat kerja sama regional. Para pimpinan bank sentral itu memandang kondisi ekonomi dan kebijakan moneter yang berbeda di negara-negara maju membuat kondisi ekonomi dunia rentan dan bergejolak.
"Meski demikian, mereka mencatat bahwa secara umum pasar keuangan di kawasan EMEAP tetap berfungsi baik di tengah beberapa ancaman yang dapat meningkatkan gejolak," sebutnya di Bali, Minggu (31/7).
Komunikasi dan kerja sama dengan para otoritas bank sentral juga dinilai penting dalam pertemuan kali ini. "Mereka menyebutkan, komunikasi tidak hanya di wilayah EMEAP saja, namun juga dengan negara-negara lainnya di uar EMEAP," lanjut Tirta.
Selain itu, turut disepakati untuk menggunakan EMEAP sebagai wadah saling berbagi dan berdiskusi mengenai berbagai perkembangan dan isu yang memengaruhi stabilitas ekonomi, moneter dan keuangan regional.
Para gubernur juga mendiskusikan perkembangan Komite Stabilitas Moneter dan Keuangan (MFSC) terkait pengawasan, kegiatan riset, dan kerangka manajemen krisis regional. Mereka sepakat mengenai perlunya pembentukan suara kolektif dalam merespons reformasi kebijakan global.
Pertemuan Gubernur EMEAP ke-21 kali ini dilakukan di Nusa Dua, Bali. Selanjutnya, pertemuan EMEAP ke-22 pada 2017 mendatang akan dihelat di Selandia Baru.
Baca juga:
BI: Pariwisata masa depan ekonomi Indonesia
BI: Ekonomi Sumatera jangan hanya andalkan Sumber Daya Alam
Sri Mulyani diangkat jadi menkeu, ini kata BI
Singapura pemberi utang terbesar ke Indonesia, tembus Rp 707 T
Mei 2016, utang luar negeri Indonesia turun jadi Rp 4.125 triliun
Ini tanggapan bos BI soal rencana reshuffle jilid II kabinet Jokowi
BI: Tax amnesty diharapkan bisa dongkrak dana pihak ketiga