BI Mulai Waspadai Pelemahan Pertumbuhan Ekonomi China
Pertumbuhan ekonomi China melemah dari 6,9 persen di tahun 2017 menjadi ke 6,6 persen tahun lalu, serta diproyeksikan terus melemah hingga tahun 2021.
Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China saat ini mulai mereda usai negosiasi antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping. Prospek moneter Indonesia juga diproyeksi makin baik tahun ini. Namun, masalah baru datang dari ekonomi China yang sedang loyo.
Indonesia dinilai bisa kena dampak loyonya ekonomi China karena akan berpengaruh pada harga komoditas. Sementara, pertumbuhan ekonomi China melemah dari 6,9 persen di tahun 2017 menjadi ke 6,6 persen tahun lalu, serta diproyeksikan terus melemah hingga tahun 2021.
"Prospek Indonesia ke depan pada tahun 2019, jika melihat kebijakan moneter, harapannya kita akan memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan pada tahun 2013 dan 2018, tetapi kita masih memiliki tantangan pada ekonomi China yang akan memberi dampak ke harga komoditas," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara pada acara Maybank Economic Outlook 2019 di Jakarta, Senin (11/3).
Dia menekankan pentingnya diversifikasi dalam perekonomian Indonesia agar tidak terlalu bergantung pada komoditas. Solusi yang ditekankan BI adalah memperkuat sektor pariwisata. Mencontoh Thailand, negara itu berhasil menggenjot pariwisata hingga lebih dari 34 juta orang dan membantu neraca berjalan menjadi surplus, sementara Indonesia mengalami defisit sekitar 3 persen di tahun 2018.
"Jika ada defisit, kita butuh inflow. Itu dengan ekspor dan pariwisata. Saya percaya diri dengan pariwisata Indonesia," ucap Mirza seraya berkata Indonesia berhasil menambah jumlah turis dan tahun lalu kedatangan 14 juta orang turis.
Pihak BI pun meminta korporasi untuk berusaha melakukan ekspor demi membantu mengurangi defisit neraca berjalan sampai 2,5 persen di 2019. "Jadi para korporat, tolonglah ekspor. Please, please," ujarnya.
Reporter: Tommy Kurnia
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Per 6 Maret, Bank Indonesia Catat Rp 59,9 Triliun Dana Asing Masuk RI
Dipicu Harga Bawang, Inflasi Maret Diprediksi Capai 0,07 Persen
Bos BI Sebut 4 Faktor Buat Rupiah Merosot ke Level Rp 14.332 per USD
BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD 123,3 Miliar di Akhir Februari 2019
MA Gandeng BI dan OJK Perluas Wawasan Hakim Tentang Jasa Keuangan
Per Hari Ini, BI Catat Dana Asing Masuk Capai Rp 68 Triliun