LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI: Masyarakat lebih mengenal Pokemon dibanding istilah syariah

BI: Masyarakat lebih mengenal Pokemon dibanding istilah syariah. BI menyebut rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai keuangan syariah disebabkan banyak penggunaan istilah asing. Masyarakat kesulitan dalam memahami istilah dalam Bahasa Arab pada produk keuangan syariah.

2016-10-26 14:24:22
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) menyebut rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai keuangan syariah disebabkan banyak penggunaan istilah asing. Bank sentral menilai masyarakat lebih mengenal tokoh animasi Jepang, Pokemon, dibanding istilah syariah.

"Di masyarakat kita, istilah syariah masih kalah populer dibanding istilah Pokemon," ujar Kepala Departemen Riset Kebangsentralan BI, Darsono, dalam acara Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) di Grand City, Surabaya, Rabu (26/10).

Deputi Gubernur BI, Hendar, menyebut beberapa hal yang menjadi sebab rendahnya literasi keuangan syariah di Indonesia. Salah satunya pengetahuan dan pemahaman masyarakat masih rendah terhadap produk dan akad keuangan syariah karena banyak menggunakan istilah-istilah dalam Bahasa Arab.

"Artinya kalau kita menggunakan istilah-istilah dalam Bahasa Arab itu nanti harus juga sosialisasikan padanannya dalam Bahasa Indonesia, sehingga itu mudah dipahami. Tentu tidak bisa kita eliminir sama sekali," ujar Hendar.

Oleh sebab itu, BI mengapresiasi pada universitas yang membuka departemen atau jurusan ekonomi syariah di bawah departemen ekonomi mereka. "Di Indonesia baru Unair yang pertama," kata Hendar menegaskan.

Penyebab lain, dia menambahkan, adalah keterbatasan sumber daya manusia memahami keuangan syariah, serta masih terbatasnya sarana edukasi keuangan syariah. "Di sinilah dibutuhkan sumber-sumber edukasi keuangan syariah yang inspiratif dan implementatif khususnya di Indonesia," katanya.

Keuangan syariah di Indonesia, Hendar menambahkan, juga masih berada pada tahap awal. Pangsa keuangan syariah yang masih di bawah 5 persen terhadap total aset perbankan mengindikasikan belum banyak sumber daya manusia terbaik di bidang keuangan yang tertarik untuk masuk.

"Di sisi lain, sangat terbuka kemungkinan sumber daya manusia keluar dari sektor keuangan syariah jika ternyata tidak bisa memberikan jaminan serta prospek seperti keuangan konvensional yang telah mapan," tukasnya.

Baca juga:
BI dorong literasi keuangan syariah masuk kurikulum pendidikan
Gus Ipul ingin Jawa Timur kembangkan ekonomi syariah
Triwulan III-2016, laba BNI Syariah tumbuh 37, 42 persen
OJK sebut keuangan syariah jadi salah satu alat atasi kemiskinan
Jokowi: Saya prioritaskan keuangan syariah dalam 5 tahun ke depan
OJK: Meski banyak tantangan, keuangan syariah RI masih menjanjikan
Per Juli, OJK catat penyaluran kredit syariah capai Rp 220,1 triliun

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.