BI: Kenaikan harga barang masih terjadi 3 bulan ke depan
Konsumsi rumah tangga diyakini masih sangat kuat.
Bank Indonesia (BI) melansir hasil survei Penjualan Eceran konsumsi rumah tangga pada triwulan IV 2013. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 12,1 persen (mtm) atau 26,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang tercatat 5,0 persen (mtm) atau 17,9 persen (yoy).
"Kenaikan pertumbuhan IPR tersebut terjadi pada hampir seluruh kelompok barang yang dipengaruhi oleh pola musiman menjelang perayaan Natal dan tahun baru," ujar Direktur Departemen Komunikasi BI, Pieter Jacobs, Jakarta, Rabu (12/2).
Pada Januari 2014, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih kuat. Ini tercermin dari IPR yang tumbuh 28,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan IPR Desember 2013. "Kenaikan pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas, kecuali kelompok suku cadang dan aksesoris," jelas dia.
Survei Penjualan Eceran juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga dari sisi pedagang pada 3 bulan yang akan datang masih cukup tinggi. Indikasi ini ditunjukkan oleh indeks ekspektasi harga 3 bulan mendatang (Maret 2014) yang meningkat menjadi 168,4 dari 164,1 pada bulan sebelumnya.
"Tekanan ini utamanya disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku dan terganggunya pasokan akibat pengaruh musiman," ungkapnya.
Baca juga:
BI: Konsumen yakin ekonomi 6 bulan ke depan semakin baik
Januari, BI catat cadangan devisa RI USD 100,7 miliar
BI cari cara tarik dana orang Indonesia di perbankan luar negeri
BI sebut kenaikan harga masih terjadi hingga pertengahan 2014
Alasan BI Rupiah masih di level Rp 12.000 per USD