BI cari cara tarik dana orang Indonesia di perbankan luar negeri
Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) tengah mengembangkan instrumen baru yakni deposito bagi warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri. Sistem deposito ini nantinya memungkinkan WNI untuk berinvestasi dan dananya masuk ke Indonesia.
Langkah pengembangan instrumen deposito non resident Indonesia ini kerja sama pemerintah dan lembaga supervisi perbankan yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Gubernur BI, Agus Martowardojo menjelaskan, instrumen ini masih harus dimatangkan. Agar WNI di luar negeri tertarik dengan program ini, nantinya akan ada insentif yang dapat diberikan. Bisa berupa pengurangan pajak atau penghapusan pajak deposito.
"Masih dalam pengembangan dan persiapan instrumen-instrumen termasuk untuk memberikan kesempatan kepada warga Indonesia yang berlokasi di luar negeri untuk melakukan investasi yang menarik di Indonesia," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (7/2).
Agus Marto masih enggan menyebutkan pola investasi yang diberikan kepada WNI non resident ini. "Masih dalam persiapan jadi belum bisa diceritakan sekarang, karena terlalu luas," jelas dia.
Sebagai informasi, bank sentral tengah menggodok instrumen baru untuk menekan pinjaman valuta asing (valas) di pasar global yaitu dengan deposito Indonesia non residence. Instrumen ini dibuka bagi warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk membuka deposito di perbankan dalam negeri.
BI belajar dari India yang cukup sukses dengan program ini. Orang India yang tinggal di luar negeri (diaspora) juga memiliki deposito di perbankan India. Sehingga membuat pasokan valas di India cukup besar dan memungkinkan negara tersebut tidak membutuhkan dana pinjaman yang besar.
BI perlu kerja keras untuk mengejar uang yang dimiliki orang Indonesia yang tinggal di luar negeri. Hal yang sama juga dilakukan di dalam negeri. Sebab selama ini, orang Indonesia yang tinggal di dalam negeri justru menempatkan dananya di perbankan asing.
Untuk itu BI menggandeng pemerintah agar dapat memberikan insentif. Dengan adanya deposito dari diaspora, Indonesia bakal memiliki cadangan valas yang cukup besar dan tidak perlu lagi meminjam di pasar keuangan global. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya