BI: Inflasi volatile food 2017 terendah dalam 14 tahun terakhir
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Agusman, mengatakan rendahnya inflasi volatile food ditopang oleh pasokan yang memadai, kebijakan stabilisasi harga pangan oleh Pemerintah, dan harga pangan global yang rendah. Inflasi 2017 terjaga tetap rendah sekitar 3,5 persen (yoy) dan berada dalam kisaran sasaran inflasi.
Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi 2017 terjaga tetap rendah sekitar 3,5 persen (yoy) dan berada dalam kisaran sasaran inflasi 4±1 persen. Terkendalinya inflasi terutama disumbang oleh rendahnya inflasi volatile food.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, Agusman, mengatakan rendahnya inflasi volatile food ditopang oleh pasokan yang memadai, kebijakan stabilisasi harga pangan oleh Pemerintah, dan harga pangan global yang rendah.
"Inflasi volatile food tersebut merupakan yang terendah dalam 14 tahun terakhir," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/12).
Inflasi inti juga menurun sejalan dengan ekspektasi yang terjangkar, nilai tukar yang stabil, dan terbatasnya permintaan domestik. Sementara itu, inflasi administered prices meningkat terutama karena kenaikan tarif listrik 900 VA pada paruh pertama tahun 2017, sebagai bagian dari reformasi subsidi energi.
"Pada November 2017, inflasi IHK tercatat sebesar 0,20 persen (mtm) sehingga secara kumulatif (Januari - November) dan tahunan masing-masing mencapai 2,87 persen (ytd) dan 3,30 persen (yoy)," tuturnya.
Ke depan, inflasi 2018 diperkirakan akan tetap terkendali pada level yang rendah dalam kisaran sasaran 3,5±1 persen. Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi kebijakan bersama Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka pengendalian inflasi.
Baca juga:
Bos BI prediksi inflasi minggu pertama Desember capai 0,41 persen
Sri Mulyani prediksi Desember akan terjadi inflasi, ini penyebabnya
Pemerintah tetap waspadai kenaikan harga di akhir tahun
Cabai dan bawang merah hingga beras penyebab inflasi November
BPS catat inflasi November 0,20 persen
Tak ada tekanan harga, INDEF proyeksi inflasi 2018 hanya 3,25 persen
BPJT sebut kenaikan tarif tol tak akan terlalu tinggi