LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI dan ESDM sepakat perpanjang pertukaran data

Baik BI maupun ESDM sama-sama membutuhkan data serta informasi untuk menentukan kebijakan.

2015-08-03 19:18:13
Bank Indonesia
Advertisement

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperpanjang nota kesepahaman dengan Bank Indonesia (BI), terkait keterbukaan informasi. Permasalahan ini dirasa penting lantaran dianggap berperan sekaligus berpengaruh terhadap ekonomi dalam negeri.

Sekretaris ESDM Teguh Pamudji menuturkan, kerja sama ini juga untuk mengetahui indikator fiskal, moneter dan sektor riil. Terlebih ini juga berpengaruh kepada inflasi.

"Selama kurang lebih empat tahun Kementerian ESDM memiliki nota kesepahaman pertukaran informasi. Kami dapat data sektor moneter dari BI yang dijadikan referensi dalam mengambil keputusan," kata Teguh di Jakarta, Senin (3/8).

Advertisement

Teguh menegaskan, data ESDM juga dibutuhkan bank sentral. Terutama untuk penentuan suku bunga acuan atau BI Rate. Karena itu komunikasi intensif kedua pihak harus terus dibangun.

"Data ESDM produksi komoditas energi dan mineral. Aktivitas ekspor dan impor dan kebijakan BBM dan tarif dasar listrik. Nantinya yang berpengaruh terhadap penentuan suku bunga BI Rate yang jadi acuan perbankan juga," tegasnya.

‪Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, data sektor energi dibutuhkan untuk menetapkan arah kebijakan bank sentral.

Advertisement

"Selama ini jadi informasi penting bagi BI merumuskan kebijakan moneter makro dan sistem pembayaran untuk jaga inflasi dan kurs," terangnya.

Baca juga:
Amerika Serikat salah satu penguasa terbesar energi Indonesia
Menteri ESDM akui selama 40 tahun Indonesia tidak punya ahli tambang
Harga minyak dunia anjlok, kenapa Premium dalam negeri tak turun?
Kuartal II-2015, BI nilai ekonomi Indonesia masih lemah
Juli 2015, BI prediksi inflasi 0,8 persen
Cegah rupiah terus meloyo, pemerintah hanya akan perbaiki ekonomi

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.