BI catat pertumbuhan kredit dan dan NPL meningkat
BI mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada April 2017 mencapai 9,47 persen. Angka tersebut, lebih tinggi dibandingkan Maret 2017 yang mencapai 9,2 persen. Sementara, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) juga mengalami peningkatan. Rasio kredit bermasalah tercatat 3 persen atau 1,3 persen.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada April 2017 mencapai 9,47 persen. Angka tersebut, lebih tinggi dibandingkan Maret 2017 yang mencapai 9,2 persen.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan pertumbuhan tersebut didukung oleh penyaluran kredit di sektor pertanian, listrik dan kredit konstruksi.
"Kalau pertumbuhan kredit dibanding 2016 sampai bulan April membaik tapi enggak sampai dua digit. Kami sambut baik," ujar Agus di Kantornya, Jakarta, Kamis (19/5).
Adapun segmentasi yang mempengaruhi naiknya penyaluran kredit adalah korporasi, komersial, konsumsi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sementara itu, Deputi Gubernur BI, Erwin Rijantorasio mengatakan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) juga mengalami peningkatan. Rasio kredit bermasalah tercatat 3,0 persen (gross) atau 1,3 persen (net).
"NPL memang naik tapi masih dibatasan 5 persen yang kami anggap membahayakan. Apalagi NPL nett nya selama bertahun tahun ini kisarannya dibawah 1,5 persen artinya ketahanan perbankan cukup kuat," pungkasnya.
Baca juga:
Cegah rekening disalahgunakan DJP, ini yang dijanjikan Sri Mulyani
Beli LPG dan minyak Uni Emirat Arab, RI tak lagi pakai makelar
Punya dana di rekening lebih dari Rp 3,3 M, siap-siap diintip DJP
Lebaran 2017, BI siapkan uang tunai Rp 167 triliun
UEA komitmen tambah investasi, syaratnya ada jaminan pemerintah
Grab komitmen ciptakan 5 juta pengusaha mikro di Indonesia
Triwulan I-2017, Neraca Pembayaran Indonesia surplus USD 4,5 miliar