LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI catat kebutuhan uang jelang Idul Fitri naik 14,7 persen per tahun

Hingga akhir tahun, penarikan uang tunai oleh masyarakat diperkirakan mencapai Rp 160 triliun.

2016-06-06 15:54:12
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia mencatat kebutuhan uang tunai saat Ramadan dan Idul Fitri meningkat rata-rata 14,7 persen dalam sembilan tahun terakhir.

"Kebutuhan uang rupiah menjelang Idul Fitri selalu meningkat, tahun ini kelihatannya istimewa," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi, Jakarta, Senin (6/6).

Per akhir Mei lalu, katanya, jumlah uang yang mengalir dari perbankan ke masyarakat sebesar Rp 534,7 triliun. Terdiri dari uang kertas sebanyak Rp 527,6 triliun dan logam sebesar Rp 7,1 triliun. "Kalau bilyetnya itu uang kertas 16 miliar bilyet, uang logam 19 miliar keping," katanya.

Advertisement

Hingga akhir tahun, penarikan uang tunai oleh masyarakat diperkirakan mencapai Rp 160 triliun. Naik ketimbang tahun lalu yang mencapai Rp 140 triliun.

"Sekarang dengan memperhitungkan ada 4 faktor disamping Pertumbuhan Ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat, diperkirakan penarikan oleh perbankan dan masyarakat (outflow) mencapai Rp 160 triliun," katanya.

"Kenaikan ini antara lain pembayaran gaji PNS/TNI/ Polri, gaji ke-13 dan ke-14, libur panjang dan libur sekolah."

Advertisement

Sedangkan inflow atau uang yang mengalir masuk ke perbankan diperkirakan mencapai Rp 29,9 triliun. Meningkat 14,1 persen dari tahun lalu sebesar Rp 26,2 triliun.

Berdasarkan sebaran wilayah, selama Ramadan dan Idul Fitri, outflow tertinggi berada di Jawa sebesar 33 persen, Jakarta sebesar 28 persen dan Pulau Sumatera sebesar 20 persen.

Berdasarkan kelompok pecahan: Secara nominal, uang pecahan besar (UPB) mencapai 92 persen. Sedangkan sisanya uang pecahan kecil (UPK) sekitar 8 persen.

"Penambahan titik-titik pelayanan tahun ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Posisi sekarang seluruh kantor perwakilan BI sudah dalam keadaan siap untuk melayani penarikan dan penukaran oleh masyarakat. Uangnya 90 persen dan mendekati 100 persen adalah uang baru hasil cetak sempurna."

Baca juga:
Siapkan Rp 4,5 triliun, BI Solo mulai layani penukaran recehan
BI buka penukaran uang receh di Monas hari ini
OJK prihatin pasar keuangan syariah di Indonesia
Kepolisian bakal selidiki dugaan penyimpangan kenaikan harga pangan
DPR sebut pemerintah Jokowi terlalu pede andalkan tax amnesty

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.