BI akan keluarkan aturan baru gerbang tol tak layani uang tunai
Pemerintah akan menerapkan transaksi non tunai di seluruh gerbang tol pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia (BI). Untuk menerapkan transaksi non tunai ini, katanya, pemerintah dan Bank Indonesia akan keluarkan aturan baru.
Pemerintah akan menerapkan transaksi non tunai di seluruh gerbang tol pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia (BI).
"Semua memang ini kan program gerakan non tunai. Secara bertahap akan terapkan transaksi elektronik jalan tol di seluruh Indonesia," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (20/3).
Untuk menerapkan transaksi non tunai ini, katanya, pemerintah dan Bank Indonesia akan keluarkan aturan baru. Dia pun meminta seluruh bank yang beroperasi di Tanah Air membantu pelaksanaan gerakan ini.
"Pengguna bisa punya kemudahan. Jadi semua bank bisa bantu. Nanti akan kita keluarkan aturan. BI juga keluarkan aturan baru untuk ini," katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Desi Arryani mengatakan, pemerintah tengah berupaya mengubah seluruh transaksi pembayaran di gerbang tol menjadi transaksi elektronik. Seluruh gardu tol nantinya tidak lagi melayani pembayaran tunai.
"Aturan ini seharusnya lebih berdampak positif ke pengguna tol karena bisa mengurangi antrean. Namun, para operator seperti Jasa Marga juga mendapatkan manfaat positif dari aturan tersebut," ujar Desi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (15/3).
Desi mengaku pihaknya memperoleh dampak positif dari aturan tersebut. Sebab, Jasa Marga tidak perlu menyiapkan uang kembalian seperti yang biasa dilakukan untuk pembayaran non tunai.
"Dari Jasa Marga secara korporasi, dengan menggunakan transaksi e-Toll, kami tidak perlu menyediakan uang kembalian yang selalu repot kami siapkan," katanya.
Transaksi non tunai atau cashless tersebut dapat membuat pengendalian infrastruktur menjadi lebih baik. Rencana ini akan memberikan dampak yang positif bagi semua pihak. "Pengendalian infrastukutur jadi lebih baik, karena semua dengan mesin. Jadi ini memberikan solusi yang baik bagi semua pihak," jelas Desi.
Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga akan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melakukan sosialisasi di bawah koordinasi Bank Indonesia, untuk mendorong masyarakat menggunakan transaksi elektronik dalam pembayaran tol.
"Ke depan, kami bersama dengan Himbara di bawah kordinasi Bank Indonesia, akan lebih meningkatkan lagi sosialisasi atau campaign yang lebih besar sehingga utilisasi e-Toll ini meningkat, dan memang target Bank Indonesia 100 persen di tahun ini," pungkasnya.
Baca juga:
Atasi kemacetan, proyek Tol BORR tahap II B di Bogor selesai 2018
Ada genangan air, gerbang tol Cikunir 4 ditutup lalin dialihkan
Tol Gempol-Pasuruan seksi A2 siap beroperasi akhir Maret
Terapkan transaksi non tunai, pegawai gardu tol tak bakal dipecat
Tahun ini, gerbang tol tak lagi layani uang tunai
Hujan deras, pembangunan Tol Soroja molor hingga Mei 2017
2017, pemerintah kebut pembangunan 5 jalan tol senilai Rp 50,9 T