Bertemu Teten Masduki, nelayan minta penggunaan cantrang tidak dilarang
Aliansi Nelayan Indonesia melakukan audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki di Aula KSP, Istana Kepresidenan. Aliansi Nelayan Indonesia ini menyerahkan hasil kajian terkait penggunaan cantrang kepada KSP.
Aliansi Nelayan Indonesia melakukan audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki di Aula KSP, Istana Kepresidenan. Aliansi Nelayan Indonesia ini menyerahkan hasil kajian terkait penggunaan cantrang kepada KSP.
"Ini kajian yang kami presentasikan tadi, bahwa alat tangkap kami ini tidak harus dilarang, tidak harus, tidak boleh," ujar Ketua Umum Aliansi Nelayan Indonesia Riyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/9).
Riyono menjelaskan berdasarkan hasil kajian, cantrang ramah lingkungan. Penggunaan cantrang juga tidak merusak terumbu karang dan ikan di laut. "Dikatakan kan, ikan kecil muda yang ditangkap akan habis. Padahal tidak," katanya.
Kajian tersebut, lanjut Riyono, dilakukan di lima daerah di Pulau Jawa yakni Rembang, Tegal, Pati, Brebes, dan Lamongan. Di Jawa Tengah ada sekitar 1.800 nelayan yang menggunakan cantrang, sementara di Jawa Timur ada sekira 500 nelayan.
"Itu bukan angka sedikit. Totalnya 3000-an kapal," pungkasnya.
Baca juga:
Pemerintah sebar 7.255 alat tangkap ikan ramah lingkungan pengganti cantrang
Cak Imin minta Menteri Susi temui nelayan bicarakan soal cantrang
Diterima Istana, nelayan minta aturan cantrang dilonggarkan
Ratusan nelayan tuntut Menteri Susi dicopot karena larangan cantrang
Menteri Susi: Kita harus move on tak gunakan cantrang
Menteri Susi: Politisasi larangan cantrang buat gaduh negeri ini