Berisiko tinggi, dua proyek ini bakal dijaga Komite Keselamatan Konstruksi tiap hari
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR, Basuki Hadimulyono mengatakan dari 38 proyek tersebut ada 2 proyek yang akan diawasi secara khusus, yakni proyek Jembatan Holtekamp, Papua dan Proyek Tol Jakarta-Cikampek elevated.
Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) telah memberikan izin untuk melanjutkan pengerjaan 38 proyek pembangunan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR, Basuki Hadimulyono mengatakan dari 38 proyek tersebut ada 2 proyek yang akan diawasi secara khusus, yakni proyek Jembatan Holtekamp, Papua dan Proyek Tol Jakarta-Cikampek elevated.
Alasannya, dua proyek ini tergolong jauh lebih berisiko dari proyek-proyek lain. Karena itu, tim dari Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) akan selalu hadir di lokasi proyek tiap hari. "Holtekamp waktu diangkat semua, tim dicek satu-satu, dicoba dulu, baru diangkat. Jadi sangat teliti," ungkapnya di Jakarta, Kamis (1/3).
"Kemudian untuk Japek (Jakarta-Cikampek) elevated itu juga akan itu yang akan ditungguin. Yang lain kan tidak terlalu complicated banget. Minimal dua itu ya," lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga mengatakan Jembatan Holtekamp dianggap lebih riskan karena beban yang diangkat dalam pengerjaan proyek sangat besar.
"Masalahnya ada yang diangkat sangat berat, Holtekamp itu yang diangkat itu 2.000 ton. Biasanya yang diangkat kan 200 ton," katanya dia ketika ditemui.
Sedangkan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated menurut dia dikerjakan di antara aktivitas masyarakat, sehingga berisiko.
"Kalau Jakarta-Cikampek di bawahnya ada mobil lewat. Tingkat risiko ya bukan potensi kecelakaan. Kan ada yang dikerjakan di tempat bebas dan ada yang tidak," tandasnya.
Baca juga:
Resmi kerja sama, Kejaksaan akan kawal proyek pembangunan infrastruktur
Komite Keselamatan Konstruksi izinkan pembangunan 4 proyek elevated dilanjutkan
Waskita karya akui beban kerja tak seimbang dengan jumlah pekerja
Kontraktor diminta perbaiki prosedur kerja antisipasi kecelakaan konstruksi
Pembangunan capai 91,86 persen, MRT ditargetkan selesai Desember 2018