Berdayakan ekonomi, bos BI dorong pesantren bangun kerja sama syariah
Sinergi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen antara 17 pimpinan pondok pesantren pada 10 November 2017 lalu di Jombang. Penandatangan komitmen ini merupakan bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2017.
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengukuhkan Model Pemberdayaan Ekonomi Pesantren saat berkunjung ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Pengukuhan ini sebagai langkah nyata bank sentral yang telah melakukan pemberdayaan ekonomi pesantren pada 62 pesantren dari seluruh Indonesia dengan melibatkan 32 Kantor Perwakilan BI.
Sinergi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen antara 17 pimpinan pondok pesantren pada 10 November 2017 lalu di Jombang. Penandatangan komitmen ini merupakan bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2017.
Dalam kesempatan tersebut juga dikukuhkan Forum Bisnis Pesantren Nusantara dan Koperasi Syariah Sarekat Bisnis Pesantren yang dibentuk oleh 17 pondok pesantren di Jawa Timur.
Agus Martowardojo sendiri menyambut positif penandatanganan komitmen tersebut karena diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren dalam membentuk santri yang unggul dalam segala aspek kehidupan.
"Kami menyambut positif dan mendorong kepada pesantren di seluruh Tanah Air untuk membangun gerakan dan kerjasama-kerjasama ekonomi syariah antar pesantren sebagai wujud nyata peran pesantren dalam pemberdayaan ekonomi yang lebih inklusif," ujar Agus dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (16/11).
Survei BI memperlihatkan bahwa sumber dana pesantren yang terbesar masih dari iuran santri, sementara kontribusi dari unit usaha masih relatif kecil, yakni baru 12 persen. Selain itu, sebagian sumber dana pesantren juga berasal dari bantuan pemerintah.
Kecilnya kontribusi unit usaha disebabkan karena terdapat beberapa kendala dalam pengembangan ekonomi pesantren. Kendala tersebut antara lain pemasaran, jaringan, kapabilitas, dan permodalan.
"Sehubungan dengan permasalahan mendasar yang dihadapi oleh pesantren, BI, Kementerian Agama dan pesantren telah menyusun Roadmap Pengembangan Kemandirian Ekonomi Pesantren pada tahun 2016," ujarnya.
Program pemberdayaan pesantren merupakan suatu perwujudan strategi pemberdayaan ekonomi melalui komunitas, antara lain pesantren dan UMKM. Roadmap tersebut berisi program-program peningkatan kapasitas pesantren disertai kerangka waktu pencapaian, yaitu penyusunan standar akuntansi pesantren, pilot project dan replikasi usaha, penyusunan virtual market,0 penyusunan repository knowledge, dan pendirian holding pesantren.
BI menjalin kerjasama dengan beberapa pesantren mentor untuk melakukan pendampingan di pesantren binaan. Selain itu, BI juga menjalin kerja sama dengan beberapa kementerian dalam program pengembangan ekonomi pesantren.
Dalam pilot project pengembangan usaha ada lima Jenis usaha yang akan dikembangkan, yaitu pertanian berkesinambungan, pengolahan daur ulang sampah, pengolahan air minum, biogas dan pengembangan ekonomi dan jasa kreatif.
Baca juga:
Banyak usaha potensial yang bisa disentuh oleh Fintech
Peran BI mendukung majunya Fintech di Indonesia
Kuartal III 2017, BI catat surplus neraca pembayaran Indonesia USD 5,4 miliar
BI belum cabut larangan isi ulang e-money Tokopedia Cs
3 Strategi menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah