Berasal dari Bidang Kreatif, Inilah Inovasi Triawan Munaf untuk Garuda Indonesia
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama di PT Garuda Indonesia (Persero). Sebagai mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, dia ditantang melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan citra dan layanan di maskapai penerbangan pelat merah tersebut.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama di PT Garuda Indonesia (Persero). Sebagai mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, dia ditantang melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan citra dan layanan di maskapai penerbangan pelat merah tersebut.
Triawan mengaku akan membuat skema baru dalam penerbangan. Dia menginginkan dalam sekali perjalanan tidak hanya membawa penumpang saja. Tetapi juga bisa membawa kargo untuk memaksimalkan pendapatan.
"Kenyataan selama ini cuma yang 60- 70 (persen) yang bisa kita push, kargonya kita pindahkan," kata Triawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1).
Selain itu, dia juga ingin Garuda bekerja sama dengan stakeholder di bidang pariwisata. Dia mengaku sudah berbincang dengan Menteri Pariwisata Whisnutama.
Ayah dari penyanyi Sherina Munaf menilai orang asing yang datang dalam rangka konvensi, pengeluarannya lebih besar dibandingkan turis. Dia ingin mereka yang datang ke Bali untuk pertemuan misalnya, bisa juga mampir ke Yogyakarta. Atau yang datang ke Rajaampat juga datang ke Labuan Bajo.
Kerjasama dengan Garuda Indonesia ini pun perlu didiskusikan lebih lanjut. Apalagi Presiden Joko Widodo mengingatkan untuk kolaborasi. "Permintaan Pak Presiden jangan sendiri-sendiri dan jangan pariwisata habiskan banyak uang ke Singapura misalnya," pungkasnya.
Respons Dirut Garuda Indonesia Bekerja Bersama Direksi Muka Lama
Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, tak mempermasalahkan masih adanya 'orang lama' di tubuh direksi. Dia meyakini mempertahankan direksi yang lama pasti melalui sejumlah pertimbangan matang pemerintah.
"Mohon dipahami direksi itu yang memilih pemegang saham dan tentu perlu banyak diskusi," kata Irfan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/1).
Dari enam jajaran direksi Garuda yang baru diumumkan setidaknya ada lima nama lama yang masih menjabat sebagai direktur. Mereka adalah Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fuad Rizal, Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea, Direktur Human Capital: Aryaperwira Adileksana, Direktur Teknik: Rahmat Hanafi, dan Direktur Niaga dan Kargo: M. Rizal Pahlevi.
Irfan menyebut keberadaan orang lama tetap dibutuhkan karena perusahaan membutuhkan keberlanjutan. Memang dia tak mau menutup mata dengan berbagai kesalahan yang pernah terjadi. Tetapi itu bukan satu-satunya penilaian.
Terlepas dari itu semua, dia melihat para direksi lama adalah orang-orang terbaik yang dimiliki Garuda. Mereka juga memiliki kecintaan pada maskapai penerbangan negara ini. "People old make mistake in old life. Mereka pengen Garuda maju kok," kata dia.
Selain itu, dia juga berkomitmen untuk mempertahankan posisi direktur tetap diisi oleh internal Garuda. Sebab, jika mendatangkan orang baru dari luar Garuda, dia khawatir akan mematikan motivasi karyawan yang meniti karier dari bawah.
"Pengalaman hidup saya mengatakan kalau lihat ke belakang itu suka jatuh, makanya saya mau lihat ke depan saja," katanya mengakhiri.
(mdk/bim)