LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Beras impor Bulog tak laku di pasar meski dijual murah

"Harga beras premium sekarang sudah berangsur turun sejak beberapa pekan terakhir, berkisar antara Rp 11.000 hingga Rp 13.000 per kilogram. Justru beras premium ini yang paling banyak dibeli masyarakat."

2018-02-26 12:24:28
Impor Beras
Advertisement

Beras impor yang dipasok pemerintah melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk masyarakat tidak laku di pasar. Fakta ini didapat dari hasil inspeksi Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

"Pedagang banyak yang mengeluh karena beras Bulog yang dijualnya kurang diminati masyarakat," ujar anggota Komisi VI DPR RI, Bambang Harjo Soekartono, di sela inspeksi di Pasar Wonokromo Surabaya, Senin (26/2).

Supri, salah seorang pedagang di Pasar Wonokromo Surabaya, mengungkapkan justru beras premium dari petani lokal lebih banyak diminati masyarakat.

Advertisement

"Harga beras premium sekarang sudah berangsur turun sejak beberapa pekan terakhir, berkisar antara Rp 11.000 hingga Rp 13.000 per kilogram. Justru beras premium ini yang paling banyak dibeli masyarakat," ungkapnya.

Sedangkan beras Bulog, meski para pedagang telah menjualnya dengan harga terendah, yaitu Rp 9.000 per kilogram, menurut Supri, masyarakat tetap tidak mau membelinya.

"Kami ambil dari Bulog seharga Rp 8.200 per kilogram. Oleh Bulog diminta untuk menjual dengan harga tertinggi Rp 9.300. Karena tidak laku, rata-rata pedagang di sini menurunkan harganya menjadi Rp 9.000. Tetap saja tidak laku," ucapnya.

Advertisement

Supri mengatakan, beras Bulog hanya dibeli oleh masyarakat yang kesehariannya berdagang nasi goreng dan lontong. "Kalau masyarakat umum mana mau mengonsumsi beras Bulog. Dari segi warnanya saja sudah jauh berbeda dengan beras premium. Selain itu, rasanya juga tidak enak," ujarnya.

Bambang Harjo menggelar inspeksi untuk meninjau ketersediaan stok kebutuhan pokok bagi masyarakat di pasar-pasar tradisional.

"Ternyata stok barang-barang kebutuhan pokok kita sangat mencukupi. Bahkan sudah bisa dicukupi oleh hasil tani dari dalam negeri sendiri," ujar politisi Gerindra dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I yang meliputi wilayah Surabaya dan Sidoarjo itu.

Baca juga:
Kementan diminta perbaiki data produksi pangan cegah polemik soal impor
Kemendag catat 50.000 ton beras impor masuk ke Indonesia
Tiba dari Vietnam, 10.000 ton beras impor cukup penuhi 4 bulan kebutuhan warga NTT
Bos BPS jamin impor beras tak turunkan upah petani
Sebanyak 10.000 ton beras impor asal Vietnam masuk di NTT

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.