Berapa Kerugian Ditanggung Waskita Karya Akibat Maraknya Kecelakaan Kerja?
Direktur Utama PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra menjelaskan, secara keseluruhan pihaknya tidak menghitung berapa total kerugian konstruksi akibat kecelakaan kerja beberapa waktu lalu.
PT Waskita Karya (Persero) tercatat beberapa kali dilanda kecelakaan kerja sepanjang 2018. Salah satunya, kecelakaan kerja di proyek pembangunan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput. Seterusnya, hal serupa juga terjadi pada pengerjaan proyek pembangunan tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) yang mengakibatkan sejumlah pekerja terluka.
Lantas, berapa total kerugian konstruksi akibat kecelakaan kerja sepanjang 2018?
Direktur Utama PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra menjelaskan, secara keseluruhan pihaknya tidak menghitung berapa total kerugian konstruksi akibat kecelakaan kerja beberapa waktu lalu.
"Jadi kalau ngomong dampak tidak hanya nilai rupiah. Yang paling penting masalah kemanusiannya jauh lebih besar. Ga bisa kita itung. Kalau dari konstruksinya kami belum pernah itung," kata Gusti saat ditemui di Jakarta, Jumat (4/1).
Gusti memperkirakan, secara fisik total kerugian perusahaan sangat kecil. Apabila dihitung-hitung kerusakan beton precast tidak sampai lebih dari lima.
"Balok satu biji Rp 250 juta. Kalau sampai 5 sampai 10 itu Rp 200 miliar jauh dari pendapatan. Intinya bagaimana memenuhi target perusahaan zero accident. Itu yang kita perhatikan, secara fisik nilai kecil," katanya.
"Oleh karena itu kita ambil kebijakan satu orang direktur menangani hal ini. Karena pengalaman itu kami angkat direktur untuk memastikan seluruh pekerjaan sesuai dengan metode yang sudah kita susun," jelasnya.
Baca juga:
Ini Strategi Waskita Karya Jual Tol Agar Cepat Laku
2018, Utang Waskita Karya Mencapai Rp 64 Triliun
Waskita Karya Target Laba Bersih Lebih Rendah di 2019, Ini Sebabnya
Waskita Karya Jual 5 Ruas Jalan Tol ke Investor Tahun Ini
Waskita Karya Target Laba Bersih 2018 Naik 8 Persen