Ini Strategi Waskita Karya Jual Tol Agar Cepat Laku
Merdeka.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan menawarkan 18 ruas tol miliknya kepada investor. Untuk tahun ini, ditargetkan 5 ruas tol bisa dijual kepada pihak swasta.
Berbagai cara dan strategi diterapkan agar tol yang didivestasikan tersebut cepat laku. Direktur Keuangan PT Waskita Karya (Persero), Haris Gunawan menyatakan, salah satu skema menggaet investor yaitu dengan 'menjemput bola'.
"Kita masih optimis untuk bisa melakukan penjualan divestasi tol, tapi mungkin konsepnya beda. kalau yang sebelumnya kita menunggu peminat, kita menunggu yang beli, tahun ini kita akan mendatangi para investor yang dilist oleh konsultan yang kita tunjuk," kata Haris saat ditemui di Jakarta, Kamis (4/1).
Selain itu, pihaknya juga menunjuk beberapa konsultan asing untuk membantu proses penjualan. Dengan begitu, perusahaan pelat merah tersebut dapat dengan mudah mengetahui investor-investor asing mana saja yang nantinya akan berminat untuk membeli tol tersebut.
"Mengenai investor, kami sedang melakukan briefing untuk menunjuk konsultan tambahan. yang kita tunjuk ini pesertanya adalah konsultan asing," imbuhnya.
"Jadi kemungkinan kita akan roadshow ke beberapa negara, di mana negara itu investornya berpotensi untuk bisa membeli konsesi jawa tol kita yang ada di indonesia. Dan sebagainya itu akan ditangani oleh konsultan kita," tambah Haris.
Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra mengatakan, penjualan ruas tol merupakan salah satu langkah untuk menjaga keuangan Waskita tetap sehat. Selain itu, bisnis utama dari Waskita sebenarnya yaitu sebagai kontraktor, bukan operator tol.
"Kami bicara institusi keuangan selalu bicara, bagaimana me-maintenance keuangan Waskita tetap sehat. Kalau divestasi enggak jalan, Waskita tak mampu lagi investasi karena strategi awal Waskita masuk tol bukan sebagian operator tol tapi developer maka Waskita terus me-leverage asetnya bukan sebagai operator," ujar dia.
Berikut 18 ruas tol Waskita Karya yang akan dijual, antara lain Depok-Antasari, Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Bogor-Ciawi-Sukabumi, Pemalang-Batang, Tol Krian Legundi-Bunder, Kayu Agung-Palembang-Betung, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Medan-Kualanamu-Tebinggi Tinggi, Tol Pejagan-Pemalang, Pasuruan-Probolinggo, Jakarta-Cikampek Elevated, Probolinggo-Banyuwangi, Cimanggis -Cibitung, Cibitung-Cilincing, Kanci-Pejagan, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Semarang-Batang.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya