Bengkel pesawat anak usaha Garuda diklaim terbesar di dunia
Total area keseluruhan milik GMF sekitar 92 hektar.
Saat ini, anak usaha Garuda Indonesia yakni PT. Garuda Maintenance Facilities (GMF) tengah menyelesaikan pembangunan hanggar ke-4 untuk tempat perawatan pesawat.
Kapasitas dan luas hanggar disiapkan untuk menampung pesawat-pesawat berbadan lebar dan luasnya bisa menampung lebih dari selusin pesawat. Pengerjaan pembangunan hanggar ini ditargetkan rampung September 2014.
"GMF untuk hanggar 4 kita bangun, ini untuk menampung pesawat nerro bodi 737 dan Airbus 320 yang jumlahnya bisa menampung 16 pesawat," ujar Direktur Utama PT. GMF Richard Budihadianto usai rapat pimpinan Kementerian BUMN di Garuda Maintenance Facilities (GMF), Cengkareng, Tangerang, Kamis (24/4).
Bicara soal GMF, pihaknya mengklaim sebagai perusahaan perawatan pesawat yang memiliki lahan paling luas di dunia. Richard menyebut area hanggar milik GMF hampir 6 hektar dan total area keseluruhan sekitar 92 hektar.
"Ini terbesar dalam artian menampung pesawat sekaligus, bisa delapan sekaligus kita lihat lagi, lahan terbesar di dunia," jelasnya.
Dia memaparkan, hanggar 1-3 milik GMF dapat menampung lima pesawat white body dan 12 pesawat nerro body untuk perawatan. Lama perawatan untuk kerusakan berat bisa mencapai 25-30 hari.
"Perawatan pesawat yang berat itu bisa mencapai 30 hari. Biasanya itu dilakukan 5 tahun sekali. Kalau perawatan menengah atau medium itu 1 tahun sekali," jelasnya.
Soal pelanggan yang menggunakan jasa perawatan GMF selain Indonesia juga berasal dari 54 negara. Ada salah satu pesawat milik pejabat Afrika yang pernah dirawat di GMF.
Untuk pesawat kepresidenan yang baru, GMF hanya berlaku sebagai provider.
"Yang baru ini under TNI AU, kita pekerjaan perawatan sebagai salah satu providernya, karena registrasinya TNI AU. Pesawatnya kan sama dengan pesawat garuda 737-800," jelasnya.
Baca juga:
Tahun ini target laba anak usaha Garuda Indonesia diturunkan
GMF niat caplok unit bisnis perawatan pesawat milik Merpati
Dahlan tak sabar nonton 'Garuda Indonesia vs BNI'
Alasan perkuat Citilink, Garuda batal mengudara dari Halim
Anak usaha Garuda Indonesia bangun hotel Rp 115 M di Surabaya