Belanja Pemerintah Kuartal III 2021 Anjlok Menjadi Hanya 0,66 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan belanja pemerintah pada kuartal III-2021 hanya 0,66 persen. Angka ini lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 8,03 persen dan periode yang sama pada tahun lalu dengan tumbuh 9,76 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan belanja pemerintah pada kuartal III-2021 hanya 0,66 persen. Angka ini lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 8,03 persen dan periode yang sama pada tahun lalu dengan tumbuh 9,76 persen.
"Realisasi konsumsi pemerintah tumbuh 0,66 persen di triwulan III-2021," kata Ketua BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/11).
Penurunan belanja pemerintah diperkirakan karena belanja pegawai yang mengalami kontraksi. BPS mencatat kontraksi untuk belanja pegawai mencapai 12,62 persen. "Belanja pegawai mengalami kontraksi 12,62 persen," kata dia.
Berdasarkan komponen konsumsi pemerintah, konsumsi kolektif terkontraksi -1,81 persen dari yang sebelumnya di kuartal II tumbuh 2,91 persen. Begitu juga dengan belanja individu yang mengalami penurunan menjadi 8,26 persen dari sebelumnya tumbuh 9,60 persen.
Pertumbuhan konsumsi pemerintah didorong peningkatan realisasi belanja barang dan jasa APBN yang tumbuh 12,40 persen. Kenaikan belanja barang dan jasa pada pengeluaran konsumsi individu didominasi pertumbuhan belanja non operasional yakni belanja untuk program penanganan pandemi.
Beberapa di antaranya untuk program vaksinasi Covid-19, pembayaran klaim perawatan pasien Covid-19 dan dukungan kesehatan lainnya. Sementara dari sisi konsumsi kolektif didominasi belanja BLU dan belanja pemeliharaan pada infrastruktur.
Baca juga:
Per Kuartal III-2021, Penyerapan Anggaran Ditjen Migas ESDM Baru 52,53 Persen
Per 22 Oktober, Penyerapan Anggaran PEN Baru 58,4 Persen dari Target Rp744 Triliun
Penyerapan Anggaran Kesehatan Capai Rp170,8 Triliun di September 2021
Menkeu Sebut Penyerapan Anggaran Kesehatan Tahun ini Lebih Baik Dibanding 2020
Pemerintah Diminta Lakukan Reformasi Anggaran Belanja Besar-besaran
Pemerintah Pastikan APBN Hadir di Seluruh Aspek Kehidupan Masyarakat
Sri Mulyani Geram Banyak Pemda Lamban Belanjakan APBD