BEI sebut delapan perusahaan dunia siap melantai di bursa RI
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, menyebut ada sekitar delapan perusahaan asing berminat untuk mencatatkan saham di BEI. Perusahaan tersebut diantaranya bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, dan ritel.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat, menyebut ada sekitar delapan perusahaan asing berminat untuk mencatatkan saham di BEI. Perusahaan tersebut diantaranya bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, dan ritel.
"Yang sudah datang sekitar delapan (perusahaan) menyatakan minat. Sektornya macam-macam ada perkebunan, pertambangan, ritel, dan lain-lain," katanya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (21/2).
Samsul menjelaskan bahwa perusahaan tersebut beroperasi di luar negeri dan di Indonesia. Sebagian perusahaan telah mencatatkan sahamnya di bursa efek luar negeri.
"Itu multinasional company perusahaan asing yang sebagian tercatat di luar negeri dan beroperasi di Indonesia," ucapnya.
Lebih lanjut, mayoritas perusahaan tersebut ingin melakukan penawaran umum saham perdana untuk kebutuhan restrukturisasi, kebutuhan dana, serta menyebarkan saham kepada masyarakat Indonesia.
Menurutnya, hal itu wajar karena sebagian besar keuntungan yang didapat berasal dari Indonesia. Sehingga, masyarakat juga berhak untuk memiliki saham di perusahaan tersebut.
"Ini agar memberi kesempatan masyarakat Indonesia untuk memiliki (saham), karena sebagian besar pendapatan mereka berasal dari Indonesia," tandas Samsul.
Baca juga:
Target IPO tahun depan, Uber jual bisnis di kawasan Indonesia dkk pada Grab
Triwulan III 2018, Krakatau Steel bawa anak usaha melantai di bursa
Apindo ungkap dua perusahaan anggotanya siap IPO tahun ini
HIPMI Jaya janjikan dua perusahaan melantai di bursa tahun ini
Bos BEI sebut 100 perusahaan berminat melantai di bursa saham tahun ini
LCK Global Kedaton jadi anggota bursa pertama di 2018, incar Rp 41,6 miliar
Pemegang saham Emtek setujui penambahan modal Rp 4,8 triliun