BEI: Kenaikan harga BBM beri angin segar pada pasar modal
Pelaku pasar saat ini tengah menunggu kepastian pemerintah jadi atau tidaknya kenaikan harga BBM.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan berdampak positif untuk pasar modal, khususnya di tengah kondisi lesunya ekonomi dunia saat ini. Dengan begitu fluktuasi pergerakan saham dapat diperkirakan oleh investor yang menunggu kepastian kenaikan harga BBM.
"Kenaikan BBM positif untuk pasar modal," ujar Direktur Utama, Ito Warsito usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di The Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (19/6).
Menurutnya, saat ini pihak BEI sendiri masih menunggu kapan kenaikan bisa dilakukan oleh pemerintah. Berlarut-larutnya keputusan kenaikan harga BBM membuat defisit APBN akan terus terjadi dan semakin besar.
"Berlarutnya kenaikan harga BBM ini dapat mendorong adanya kekhawatiran dari pelaku pasar," jelas dia.
Ito juga mengungkapkan bahwa, pada 2012, BEI mencatat prestasi di mana berhasil menduduki peringkat ke delapan kinerja tertinggi di dunia. Hal itu dikarenakan pasar modal Indonesia tetap tumbuh positif di tengah krisis ekonomi global sepanjang 2012.
"Dari sisi kinerja indeks tetap ingin tumbuh ke depan, walaupun secara normal alamiah turun naiknya indeks saham itu normal ya," ucapnya.
Di sisi lain, BEI juga belum berencana merevisi nilai transaksi harian saham karena masih melihat kondisi ke depannya. Nilai transaksi dari awal 2013 hingga kini rata-rata mencapai Rp 6,9 triliun.
"Dari nilai transaksi harian tersebut menandakan aktivitas perdagangan di pasar modal Indonesia sangat positif. Bahkan index pada bulan Mei lalu sampai 5.214. Jadi kita belum berencana merevisi," tegas dia.
Seperti diketahui, likuiditas di pasar saham dalam negeri rata-rata sebesar Rp 6,9 triliun. Ini lebih tinggi dari target BEI sebesar Rp 5,6 triliun. Adapun nilai transaksi harian saham rata-rata sepanjang 2012 hingga 26 Desember 2012 sebesar Rp 4,53 triliun.
Bursa juga optimis dengan 25 emiten melepas saham ke publik hingga di awal semester kedua 2013. Jumlah ini mendekati target BEI di akhir tahun, yaitu 30 emiten.
"Hingga akhir Juni ini ada tiga emiten yang sudah menentukan waktu listingnya. Ada tiga emiten lagi di awal Juli," tambah Direktur Penilaian BEI Hoesen
Adapun ke-25 emiten ini melakukan listing menggunakan buku laporan akhir 2012. Nantinya, enam emiten lain masih dalam kajian BEI. Diharapkan keenamnya dapat melantai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
(mdk/bmo)