BEI: 7-Eleven memang tutup, tapi perusahaan tidak bangkrut
Akan tetapi, Samsul mengungkapkan bahwa selama ini pendapatan terbesar perusahaan memang didapat dari gerai 7-Eleven.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat menerima pihak PT Modern Internasional Tbk sebagai pemilik gerai 7-Eleven di Tanah Air. Pertemuan berlangsung selama kurang lebih satu jam dan membahas soal tutupnya semua gerai 7-Eleven di seluruh Indonesia.
Usai pertemuan, Samsul mengungkapkan bahwa pihak PT Modern Internasional akan segera melakukan pernyataan publik minggu depan. "Mereka mau public expose minggu depan," kata Samsul, di kantornya, Kamis (6/7).
Dalam pernyataan tersebut, nantinya akan dibeberkan semua masalah yang terkait dengan 7-Eleven Indonesia, termasuk utang-utangnya.
Meski semua gerai 7-Eleven sudah tutup, Samsul menegaskan bahwa perusahaan tersebut belum bangkrut karena masih mempunyai sumber penghasilan yang lain seperti alat kesehatan dan fotocopy.
Akan tetapi, Samsul mengungkapkan bahwa selama ini pendapatan terbesar perusahaan memang didapat dari gerai 7-Eleven. "Dan mereka juga menjelaskan bahwa ini merupakan pendapatan terbesar perusahaan tapi mereka masih punya pendapatan yang lain di samping itu," ujarnya.
Samsul menilai, apa yang saat ini menimpa 7-Eleven merupakan hal yang lumrah dan bisa terjadi pada siapapun. "Saya kira sih langkah ini bisa terjadi ke perusahaan-perusahaan lainnya dan mengenai apa penyebabnya segala macam kalian tanya sama mereka (pihak 7-Eleven) saja," tuturnya.
Baca juga:
Darmin beberkan penyebab tutupnya gerai 7-Eleven di Indonesia
Tanggapan bos BEI terkait tutupnya semua gerai 7-Eleven
Sandiaga pede OK OCE mart bisa gantikan 7-Eleven
Nasib 7-Eleven, batal diakuisisi dan harus tutup akhir bulan
Pengusaha: Tutupnya 7-Eleven ada pengaruh, ini kita agak khawatir