BCA dukung Bank Indonesia naikkan suku bunga
Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Vera Eve Lim mengatakan sinyal positif yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Diperkirakan besaran kenaikan suku bunga acuan hingga 25 basis point (bps).
Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Vera Eve Lim mengatakan sinyal positif yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga sudah sesuai dengan ekspektasi pasar.
"Saya pikir seperti market ekspektasi juga, ya kita mengharapkan itu hal yang positif menurut saya kalau naik," kata Vera, di Jakarta, Selasa (15/5).
Vera memperkirakan besaran kenaikan suku bunga acuan hingga 25 basis point (bps). Meski demikian, perbankan tidak mungkin langsung menaikkan suku bunga kredit.
Saat ini, lanjutnya, pertumbuhan kredit kuartal kedua mengindikasikan cukup bagus bahkan lebih baik dari tahun lalu sehingga tidak perlu langsung menaikkan bunga kredit agar tidak mengganggu kondisi tersebut.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan. Hal ini sebagai respons untuk mengendalikan nilai tukar Rupiah yang tengah melemah hingga tembus 14.000 per USD.
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, hal tersebut akan dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada pertengahan bulan ini. "BI kan sudah sampaikan bahwa nanti di RDG tanggal 16-17 Mei ada RDG bulanan untuk tentukan arah kebijakan moneter," ujar dia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (8/5).
Dalam memutuskan kenaikan suku bunga acuan, BI akan melihat data-data yang ada, mulai dari inflasi hingga pergerakan arus modal global. Kebijakan bank sentral AS juga akan dijadikan bahan pertimbangan.
Selain itu, BI juga akan melihat bagaimana pergerakan suku bunga acuan di negara-negara lain. Diakui Mirza, saat ini sejumlah negara telah menaikkan suku bunganya sebagai respons atas kebijakan bank sentral AS.
Dengan upaya yang dilakukan BI serta adanya langkah dari pemerintah, dia berharap nilai tukar Rupiah bisa kembali menguat, di bawah 14.000 per USD. "(Rupiah bisa di bawah 14.000?) Bisa," tandas dia.
Baca juga:
BCA klaim industri perbankan kini jauh lebih baik dibanding saat krisis 1998
Terbitkan obligasi Rp 500 miliar, Bank BCA tawarkan kupon hingga 8,75 persen
Pemerintah dorong peran perbankan wujudkan pemerataan ekonomi
Bos Pegadaian akui industri keuangan syariah RI berjalan lambat, ini akar masalahnya
BI bakal naikkan suku bunga acuan, ini kata Bos BTN