LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BCA dorong 60 nasabah korporasinya melantai di bursa saham

PT Bank Central Asia (BCA) mendorong para debiturnya yang belum tercatat di pasar modal untuk bisa melakukan Initial Public Offering (IPO). Hal itu sebagai salah satu langkah nasabahnya untuk mencari tambahan modal dan memperbaiki kualitas pengelolaan perusahaan.

2017-12-11 10:43:22
BCA
Advertisement

PT Bank Central Asia (BCA) mendorong para debiturnya yang belum tercatat di pasar modal untuk bisa melakukan Initial Public Offering (IPO). Hal itu sebagai salah satu langkah nasabahnya untuk mencari tambahan modal dan memperbaiki kualitas pengelolaan perusahaan.

Wakil Presiden Direktur BCA, Armand W. Hartono, mengatakan ada sekitar 60 debitur korporasi dan komersial BCA yang belum mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dia berharap, melalui Workshop Road to go public with BCA dapat memberikan kesadaran dan konsultasi teknis mengenai proses go public kepada para debitur.

"Kami berharap debitur dapat menyadari manfaat permodalan yang diperoleh dari pasar modal dalam meningkatkan modal kerja perusahaan, yang penting untuk pertumbuhan perusahaan melakukan investasi, hingga melakukan akuisisi," kata Armand di Gerung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/12).

Dia bercerita, BCA mencatatkan saham awal perdananya di pasar modal pada tahun 2000. Di mana, saat itu pasca krisis moneter 1998, sulit mendapatkan akses permodalan. Sehingga pasar modal saat itu menjadi jalan keluar.

"Waktu krisis 1998 dan pada 2000 kita go public. Kita tidak bisa mendapatkan akses modal yang lebih besar, apalagi sebagai bank, bank itu adalah industri yang selalu butuh modal," ujarnya.

Armand menambahkan, jika perusahaan tersebut go public juga bisa meningkatkan pelaksanaan good corporate governance (GCG) bagi perusahaan. "Penerapan GCG menjadi penting karena dapat berkontribusi mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan usaha yang sehat dan kompetitif dalam jangka panjang (sustainable), serta tentunya meningkatkan kepercayaan para investor, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya," tandasnya.

Baca juga:
Resmi jadi anggota bursa ke-31, Pelita Samudera Shipping incar dana Rp 135,8 miliar
Bakal melantai di bursa saham, Campina Ice Cream incar Rp 354 M untuk bayar utang
Jalani nasihat Sri Mulyani, Menteri Jonan dorong perusahaan energi melantai di bursa
Menteri Jonan ungkap syarat PT Freeport Indonesia untuk melantai di bursa
Incar dana Rp 2 T, anak usaha Pelindo II bakal IPO di Desember 2017
Resmi jadi anggota bursa ke-27, Kapuas Prima Coal incar raup dana Rp 77 miliar
Raup dana IPO Rp 1,12 T, GMF gunakan 60 persen dana untuk ekspansi bisnis

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.