LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bappenas Soal Pertumbuhan Ekonomi: Memang Ada Penurunan, Tapi Masih Aman

Staf Ahli Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Priambodo mengatakan, pertumbuhan ekonomi di atas lima persen masih dalam kondisi baik. Dia memperkirakan, hingga akhir 2018 pertumbuhan ekonomi keseluruhan berada di kisaran 5,2 persen.

2018-11-12 13:57:26
Bappenas
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2018 sebesar 5,17 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2018 sebesar 5,27 persen.

Staf Ahli Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Priambodo mengatakan, pertumbuhan ekonomi di atas lima persen masih dalam kondisi baik. Dia memperkirakan, hingga akhir 2018 pertumbuhan ekonomi keseluruhan berada di kisaran 5,2 persen.

"Ini kuartal III-2018 kumulatifnya 5,17 persen kita berharapnya lebih baik lah. Saya kira keseluruhan tahun 5,2 persen," katanya saat ditemui di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (11/11).

Advertisement

Bambang menyebut, meski ada penurunan pada kuartal III-2018 namun pertumbuhan ekonomi di angka 5,17 persen dinilai aman. Sebab di tengah di tengah kondisi perekonomian global, pemerintah masih dapat menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen.

"Kita relatif mampu bahkan tetap tumbuh cukup tinggi dan juga cukup bisa menghadapi tekanan eksternal baik itu dari normalisasi kebijakan moneter Amerika dan perang dagang maupun isu geopolitik lainnya," kata Bambang.

Kondisi perekonomian global pun dinilai Bambang masih akan berlanjut hingga awal 2020 mendatang. Oleh karenanya, pemerintah akan mengantisipasi tekanan-tekanan dari luar yang mengakibatkan atau berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Advertisement

"Kemungkinan masih terus berlangsung tahun depan sampai kemungkinan awal tahun 2020 karena siklus normalisasi kebijakan moneternya memang cukup lama. Semoga kita bisa pertahankan seluruh situasi eksternal dengan baik," sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018 dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, harga komoditas non migas yang mengalami penurunan.

"Harga komoditas nonmigas mengalami penurunan. Migasnya naik, nonmigas menurun. Misal terjadi penurunan untuk beberapa komoditas pertanian seperti daging sapi, minyak sawit, kopi, teh menurun baik qtq atau yoy," ujar Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (5/11).

Suhariyanto menjelaskan, selain penurunan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi kuartal III juga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global yang menunjukkan perlambatan kecuali Amerika Serikat (AS). Beberapa di antaranya Eropa, Tiongkok, Singapura, Korea Selatan dan negara berkembang lainnya.

Baca juga:
Ini Cara Agar Indonesia Keluar dari Jeratan Perangkap Kelas Menengah
Bappenas: Produktivitas Pekerja Indonesia Rendah Buat Pertumbuhan Ekonomi Stagnan
Bappenas Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Masih di Bawah Rata-Rata
Industri Digital Layak Didaulat Jadi Lokomotif Ekonomi Indonesia
Pemerintah Targetkan PDB Indonesia Terbesar Kelima di Dunia pada 2045
Solusi Tim Prabowo-Sandi Genjot Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 persen di 2020

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.