Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Industri Digital Layak Didaulat Jadi Lokomotif Ekonomi Indonesia

Industri Digital Layak Didaulat Jadi Lokomotif Ekonomi Indonesia pertumbuhan ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Kontribusi ekonomi digital dalam memompa kinerja ekonomi nasional mulai dipertimbangkan karena sangat berpengaruh. Hal ini terbukti dari turunnya angka pengangguran sebesar 40.000 sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebab industri digital melahirkan banyak usaha rintisan.

Direktur Eksekutif Tali Foundation Jusman Dalle mengatakan, industri digital layak didaulat sebagai lokomotif agenda sosial ekonomi Indonesia. Sebab, saat ini layanan penyediaan akomodasi, makan minum dan transportasi melambung tinggi berkat adanya digitalisasi.

"Ketiga sektor tersebut menjadi tumpuan serapan tenaga kerja setahun terakhir, " ujar Jusman dalam keterangannya, Minggu (11/11).

Jusman mengatakan, kontribusi sektor industri berbasis digital menjadi titik terang dalam berbagai agenda sosial ekonomi ke depan. Apalagi, pemerintah telah meletakkan dasar-dasar bagi industri digital agar dihela lebih kencang. Seperti, adanya peta jalan perdagangan digital, dukungan anggaran untuk melahirkan usaha-usaha rintisan, hingga mendorong industri eksisting untuk bertransformasi ke arah digital.

Tidak hanya itu, kata dia, pemerintah juga telah melakukan banyak upaya dalam memacu akselerasi pertumbuhan ekonomi digital. Seperti membuat iklim bisnis dibuat sekondusif mungkin bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di industri digital Tanah Air, pembuatan regulasi dan kebijakan diformulasikan untuk merangsang lahirnya startup-startup baru juga para pelaku ekonomi digital diberi ruang seluas-luasnya dalam berinovasi.

"Presiden bahkan telah merilis Peraturan Presiden (Perpres) tentang peta jalan ekonomi digital hingga tahun 2019," ungkapnya.

Ke depan Jusman berharap ekonomi digital menjadi titik terang untuk mengakhiri perang melawan kesenjangan sosial ekonomi seperti pengangguran dan kemiskinan. Sebab, banyak negara yang membuktikan efektivitas ekonomi digital dalam mengikis pengangguran dan memangkas kemiskinan.

"Caranya memanfaatkan daya dobrak dari sifat inklusif industri digital dalam membuka peluang-peluang ekonomi baru yang merambah secara sektoral dan spasial. Lintas industri dan melampaui batas-batas teritori," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP