Bappenas Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Masih di Bawah Rata-Rata
Staf Ahli Kementerian PPN/Bappenas, Bambang Priambodo mengatakan, selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia berada disekitaran lima persen. Menurutnya angka ini jauh di bawah rata-rata sebelum Asian Financial.
Kementerian Perencanaan dan Pembangunan (PPN/Bappenas) menilai tantangan pemerintah terbesar saat ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebab di tengah kondisi perekonomian global, ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Indonesia.
Staf Ahli Kementerian PPN/Bappenas, Bambang Priambodo mengatakan, selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia berada disekitaran lima persen. Menurutnya angka ini jauh di bawah rata-rata sebelum Asian Financial.
"Pertumbuhan ekonomi akan lebih buruk jika kita tidak melakukan apa-apa," katanya dalam Seminar Indonesia Economic Outlook, di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (11/11).
Bambang mengatakan apabila ingin menjadi ekonomi berpenghasilan tinggi pemerintah perlu meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mendekati enam persen. Caranya dengan melakukan upaya seperti merubah kebijakan yang dapat menguntungkan Indonesia.
"Oleh karena itu, kita perlu mengisi kesenjangan lima persen hingga enam persen dengan reformasi kebijakan," imbuhnya.
Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2018 sebesar 5,17 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2018 sebesar 5,27 persen.
Baca juga:
Industri Digital Layak Didaulat Jadi Lokomotif Ekonomi Indonesia
Pemerintah Targetkan PDB Indonesia Terbesar Kelima di Dunia pada 2045
Solusi Tim Prabowo-Sandi Genjot Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 persen di 2020
Koperasi dan UKM Indonesia diyakini akan terus tumbuh, ini faktor pemicunya
Ini harus dilakukan pemerintah untuk jaga momentum pertumbuhan ekonomi versi Indef