Bappenas minta pemda buat kebijakan ekonomi berbasis kearifan lokal
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro meminta kepada pemerintah daerah (pemda) untuk membuat kebijakan ekonomi berbasis kearifan lokal. Hal ini mengingat pemda lebih tahu apa yang dibutuhkan di wilayahnya.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro meminta kepada pemerintah daerah (pemda) untuk membuat kebijakan ekonomi berbasis kearifan lokal. Hal ini mengingat pemda lebih tahu apa yang dibutuhkan di wilayahnya.
"Tentunya dengan kemampuan membuat kebijakan ekonomi lokal, daerah kita harapkan mampu tumbuh dan membenahi pembangunannya bahkan lebih baik dari pemerintah pusat," kata Bambang di Makassar, Rabu (1/3).
Dia menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas (ratas) telah membahas pembangunan di seluruh provinsi di daerah. Dalam ratas tersebut, Jokowi menyebut banyak provinsi yang pertumbuhan ekonominya di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Meski di tingkat nasional terdapat berbagai gejolak, seperti pengaruh global, harga komoditas rendah. Namun di tingkat provinsi, gejolak ini justru mampu dihadapi sehingga pertumbuhan ekonominya menjadi lebih tinggi.
"Kami inginkan semangat penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 ini bukan semangat rutinitas. Mohon kepada Bappeda Provinsi yang hadir kita tekankan bahwa semangat RKP 2018 ini adalah semangat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas. Kita ingin daerah tidak menggantungkan pertumbuhan ekonominya pada nasional. Cobalah dorong pertumbuhan, dorong manajemen ekonomi yang baik dengan menggunakan sumber daya yang lengkap dengan menggunakan kearifan lokalnya," imbuhnya.
Baca juga:
Menteri Bambang beberkan cara dongkrak ekonomi daerah
Kekecewaan bos Bappenas gagal jadi Presiden IFAD
Bappenas sebut PINA sudah keluarkan Rp 70 T bangun 9 ruas jalan tol
Ada skema KPBU, pemerintah harap tak ada lagi proyek mangkrak
Sempat masuk tiga besar, Menteri Bambang gagal jadi Presiden IFAD
Dari 100 juta turis China, baru 1 persen pilih berlibur ke Indonesia
Mengungkap alasan Jokowi restui Bambang jadi calon Presiden IFAD