Bappenas akui dana desa tak mampu tekan urbanisasi
"Kami alokasikan dana desa kemudian akan terjadi pertumbuhan ekonomi desa, tapi tren urbanisasi tak bisa kami kurangi."
Menteri PPN/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan penyaluran dana desa bisa mengungkit perekonomian di daerah udik tersebut. Di sisi lain, dia tak bisa memastikan perkembangan itu bisa menekan arus urbanisasi.
"Dengan adanya intervensi dan kami alokasikan dana desa ke desa kemudian akan terjadi pertumbuhan ekonomi di desa. Tapi tren urbanisasi nggak bisa kami kurangi," kata Sofyan usai peluncuran buku Indeks Pembangunan Desa (IPD) 2014, Jakarta, Selasa (20/10).
Dia mengungkapkan faktor penyebab perpindahan orang desa ke kota. Yaitu, terbatasnya fasilitas ekonomi di desa dan daya tarik perkotaan.
"Opportunity pendidikan di desa terbatas, sehingga yang punya ambisi cari kerja, mereka ke luar desa," ungkapnya. "Orang budaya dan berpendidikan maunya tinggal di kota karena di kota banyak fasilitas, banyak hiburan, banyak apa saja. Sehingga orang yang sudah tinggal di kota nggak mau balik ke desa," ungkapnya.
Bappenas mencatat Sebanyak 20.167 desa di Indonesia masih tertinggal. Itu sekitar 27,22 persen dari total 74.093 desa di Tanah Air.
Sisanya, 51.022 desa (68,86 persen) dalam tahap berkembang dan 2.904 desa (3,92 persen) mandiri.
Baca juga:
Bappenas catat 20 ribu desa di Indonesia masih tertinggal
Setahun Jokowi-JK, Bappenas klaim laut Indonesia bersih kapal ilegal
Soal reshuffle jilid II, Menteri Sofyan serahkan keputusan ke Jokowi
Pemerintah Jokowi target pangkas 6.235 regulasi dalam setahun
Sofyan Djalil akui pengusaha Indonesia tercekik regulasi