Bappenas ajak Hong Kong investasi di infrastruktur RI
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengadakan pertemuan dengan Secretary of Development Hong Kong, Eric Ma Siu-cheung. Dalam pertemuan tertutup tersebut, Bambang menawarkan berbagai proyek infrastruktur kepada Hong Kong.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengadakan pertemuan dengan Secretary of Development Hong Kong, Eric Ma Siu-cheung. Dalam pertemuan tertutup tersebut, Bambang menawarkan berbagai proyek infrastruktur kepada Hong Kong.
"Jadi dalam kesempatan sore hari ini delegasi Hong Kong yang dipimpin oleh Secretary of Development Hong Kong MR Erik ingin mengetahui kesempatan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Oleh karena itu tadi kita jelaskan mengenai skema KPBU, PPP dan skema PINA yang non APBN kepada delegasi untuk melihat apa yang kira kira mereka tertarik," ujar Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (1/3).
Untuk skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) proyek yang ditawarkan antara lain proyek jalan tol, proyek listrik hingga pelabuhan. Sementara dengan skema Public Private Partnership (PPP) ditawarkan proyek penyediaan air minum, pembangkit listrik, jalan tol dan pelabuhan.
"Kita tadi belum bicara sesuatu yang konkret karena ini bentuknya penjajakan, perkenalan dan kita perkenalkan apa yang kita punya dan kita tawarkan skema apa yang kita punya," katanya.
Dalam pertemuan kali ini, pemerintah Indonesia dan Hongkong baru sekedar menjajaki kerjasama. Belum ada komitmen yang akan ditindak lanjuti dalam waktu dekat. "Enggak ini baru penjajakan, delegasi melihat apa sih yang ditawarkan Indonesia dan apa skemanya," pungkasnya.
Baca juga:
Bappenas minta pemda buat kebijakan ekonomi berbasis kearifan lokal
Menteri Bambang beberkan cara dongkrak ekonomi daerah
Kekecewaan bos Bappenas gagal jadi Presiden IFAD
Bappenas sebut PINA sudah keluarkan Rp 70 T bangun 9 ruas jalan tol
Ada skema KPBU, pemerintah harap tak ada lagi proyek mangkrak
Sempat masuk tiga besar, Menteri Bambang gagal jadi Presiden IFAD
Dari 100 juta turis China, baru 1 persen pilih berlibur ke Indonesia