Bapanas Perluas Gerakan Selamatkan Pangan, 224 Ton Pangan Berhasil Diselamatkan di 17 Provinsi
Gerakan Selamatkan Pangan Bapanas berhasil menyelamatkan 224 ton pangan di 17 provinsi, disalurkan ke 456 ribu penerima manfaat, memperkuat ketahanan pangan nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan keberhasilan signifikan dalam upaya penyelamatan pangan di Indonesia. Sebanyak 224 ton pangan berhasil diselamatkan melalui perluasan Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) yang menjangkau 17 provinsi. Inisiatif ini bertujuan utama untuk memperkuat ketahanan serta kemandirian pangan secara nasional.
Gerakan yang telah dimulai sejak tahun 2022 ini telah menyalurkan pangan kepada lebih dari 456 ribu penerima manfaat. Capaian tersebut menunjukkan komitmen Bapanas dalam mengelola sumber daya pangan secara optimal. Hal ini juga mencegah pemborosan yang kerap terjadi di berbagai tahapan rantai pasok.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menegaskan bahwa kemampuan mengelola pangan agar tidak terbuang percuma menjadi pilar penting. Upaya ini sangat mendukung terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kolaborasi erat antarpihak menjadi kunci utama kesuksesan program ini.
Peran Gerakan Selamatkan Pangan dalam Ketahanan Nasional
Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) yang diinisiasi Bapanas sejak 2022 telah membuktikan perannya vital. Gerakan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pangan yang tidak terbuang percuma sangat penting. Ini menjadi salah satu aspek krusial untuk mendorong terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.
Sarwo Edhy menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku ritel, UMKM, bank pangan, pemerintah daerah, dan komunitas. Kolaborasi ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan pangan yang masih layak konsumsi. Pencegahan food loss dan food waste membutuhkan komitmen bersama dari semua pihak terkait.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan estimasi global, Indonesia berpotensi kehilangan hingga 31 persen pangan. Angka ini mencakup 17 persen food waste di tingkat konsumen dan 14 persen food loss pada tahap produksi dan distribusi. Mengurangi 5 persen saja dari jumlah tersebut sudah cukup untuk memperkuat kecukupan pangan jutaan masyarakat.
Intervensi dan Teknologi untuk Penyelamatan Pangan
Bapanas melaksanakan berbagai intervensi konkret untuk menekan kehilangan dan pemborosan pangan. Upaya ini dimulai dari edukasi serta kampanye perubahan perilaku konsumsi masyarakat. Selain itu, fasilitasi redistribusi pangan juga menjadi fokus utama dalam program ini.
Melalui kerja sama dengan pelaku usaha dan bank pangan, Bapanas menyediakan dukungan logistik. Dukungan ini termasuk penyediaan food truck dan mobil berpendingin. Tujuannya agar pangan dapat didistribusikan tepat sasaran dan dalam kondisi baik kepada penerima manfaat.
Penguatan sistem data dan pelaporan juga terus dikembangkan melalui platform digital “Stop Boros Pangan” (sbp.badanpangan.go.id). Platform ini memungkinkan pelaku ritel maupun masyarakat untuk melaporkan dan berkontribusi langsung. Ini adalah langkah inovatif dalam kegiatan penyelamatan pangan secara digital.
Kolaborasi dan Target Masa Depan Gerakan Selamatkan Pangan
Hingga Oktober 2025, tercatat 40 pelaku usaha dan 23 bank pangan telah aktif berpartisipasi. Mereka terlibat dalam Gerakan Selamatkan Pangan di berbagai daerah di Indonesia. Kolaborasi ini berhasil menyalurkan hasil penyelamatan pangan ke masyarakat rentan di perkotaan maupun daerah terpencil.
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yuliani, menegaskan Indonesia berada di jalur yang tepat. Ini untuk mencapai target penyelamatan pangan sesuai arahan RPJMN dan komitmen global SDGs 12. Pencapaian ini menunjukkan progres positif dalam pengelolaan pangan berkelanjutan.
Tantangan saat ini adalah memperluas jangkauan Gerakan Selamatkan Pangan melalui kolaborasi yang lebih kuat. Terutama dengan sektor ritel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bapanas berkomitmen memastikan pangan tersedia dan tidak ada yang terbuang, sehingga setiap hasil bumi bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews