Banyak Orang Salah Kaprah Tisu Toilet Dibuang ke Tong Sampah, Harusnya ke Sini
Berbeda dengan tisu wajah, tisu toilet tidak mengandung tambahan seperti losion atau pewangi.
Setiap orang tentu pernah menggunakan tisu dalam kesehariannya, baik untuk mengelap wajah dengan tisu wajah maupun membersihkan diri menggunakan tisu toilet yang tersedia di kamar mandi. Sekilas terlihat serupa, tetapi ternyata fungsi dan manfaat dari masing-masing jenis tisu ini memiliki perbedaan yang signifikan.
Melansir dari StuffWorks, tisu wajah dan tisu toilet memang memiliki bahan dasar yang sama, yaitu bubur kertas, dan keduanya dirancang untuk penggunaan sekali pakai. Namun, persamaan di antara keduanya berakhir sampai di situ.
Tisu wajah dibuat dengan permukaan yang lebih halus dan lembut di kulit, bahkan sering kali mengandung losion dan pewangi agar pengalaman saat meniup hidung terasa lebih nyaman.
Berbeda dengan tisu wajah, tisu toilet tidak mengandung tambahan seperti losion atau pewangi. Namun, tisu toilet memiliki satu keunggulan penting yaitu mudah larut dalam air hanya dalam waktu satu hingga empat menit.
Fitur ini sengaja dirancang agar tisu toilet tidak menyumbat pipa atau sistem septik serta mudah diproses oleh instalasi pengolahan limbah kota.
Beda dengan Tisu Wajah
Sementara itu, tisu wajah justru dirancang sebaliknya. Tisu jenis ini mengandung pengikat kimia yang menjaga kekuatan dan bentuknya, bahkan saat basah.
Hal ini memang ideal untuk membersihkan lendir atau cairan dari hidung, tetapi sangat berisiko jika dibuang ke dalam toilet. Tisu wajah tidak mudah larut dan berpotensi menyumbat saluran air serta merusak sistem sanitasi.
Sayangnya, tisu wajah bukan satu-satunya benda yang tidak seharusnya dibuang ke toilet. Banyak benda rumah tangga lainnya seperti tisu basah, benang gigi, Q-tips, tampon, pembalut, hingga pasir kucing, jika dibuang ke saluran pembuangan, bisa menyebabkan kerusakan serius pada sistem perpipaan maupun instalasi pengolahan air limbah.
Hal ini dibuktikan dalam sebuah percobaan yang dilakukan oleh pemerintah kota Spokane, Washington. Dalam uji coba tersebut, benda-benda seperti benang gigi dan Q-tips terbukti tidak larut dalam air dan bahkan melilit baling-baling mesin pengaduk air, menyebabkan kerusakan yang berbiaya tinggi. Tes juga dilakukan pada berbagai jenis tisu, mulai dari tisu toilet biasa dan mewah hingga tisu basah yang diklaim dapat dibuang ke toilet.
Hasilnya, hanya tisu toilet yang benar-benar larut, sementara tisu basah tetap utuh meski sudah direndam dan diputar di dalam air.
Tisu Toilet Dibuang ke Dalam Kloset
Kesimpulannya, hanya tisu toilet yang layak dibuang ke toilet. Segala bentuk tisu lainnya, meski tampak tidak berbahaya, bisa menjadi ancaman serius bagi sistem sanitasi dan lingkungan.
Sebagai catatan terakhir, jika Anda berniat menggunakan tisu toilet untuk keperluan selain di kamar mandi, pertimbangkan faktor kebersihannya. Gulungan tisu toilet yang terbuka di kamar mandi bisa terkontaminasi kuman yang tersebar ke udara setiap kali toilet disiram.
Sebagai alternatif yang lebih higienis, pertimbangkan menggunakan tisu dalam kotak tertutup dan simpan di luar kamar mandi, kecuali jika ada tangan kotor yang sering menyentuh bagian dalam kotak tersebut. Dalam hal ini, semua opsi bisa menjadi tidak ideal.