Banyak diekspor, PLN kekurangan cangkang sawit untuk pembangkit
Harga jual listrik menggunakan cangkang sawit jauh lebih murah.
Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Djoko R. Abumanan mendorong pemerintah melakukan revisi peraturan terkait ekspor cangkang sawit. Sebab, menurutnya cangkang sawit punya potensi untuk jadi bahan dasar Pembangkit Listrik Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Biogas (PLTBGâ¬).
"Sekarang kita rebutan untuk cangkang kelapa sawit itu dengan diekspor. Harga cangkang diekspor itu lebih mahal dibandingkan dijadikan listrik di daerah. Ini harus ada kebijakan renewable untuk cangkang," ujarnya di kantornya, Jakarta, Senin (24/4).
Pihaknya pun berharap pemerintah mampu membentuk kebijakan agar para pengusaha CPO lebih memilih menjual limbahnya untuk PLTBG. Sebab hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mengembangkan sumber energi baru dan terbarukan ini mencapai 25 persen di tahun ini.
Harga jual listrik dari PLTBG yang menggunakan cangkang sawit saat ini sebesar Rp 1.365 per kWHh. Harga tersebut masih lebih murah dibandingkan harga jual listrik Pembangkit Listrik Bio Massa (PLTBM) sebesar Rp 1.495 per kWh yang berasal dari pohon acacia.
"Ada teknologi namanya economical D, itu limbahnya sedikit. Kalau sedikit ya listriknya sedikit. Kalau mesinnya boros limbahnya banyak bisa diolah. Kira-kira 45 ton perjam bisa dapatkan sekitar 3 MW, tinggal hitung berapa potensi limbahnya di sana," tuturnya.
Baca juga:
Sudah setahun, belum ada putusan pembentukan BUMN energi alternatif
Pasokan PLN tipis, Bandara Gorontalo pakai pembangkit tenaga magnet
Oleh-oleh dari Eropa, Rini gandeng Siemens buat turbin listrik PLN
BPS: Pencabutan subsidi listrik tambah beban rakyat kecil
Listrik padam di Kutai Barat, pelayanan publik nyaris lumpuh
PT PLN kirim 32 genset atasi krisis listrik di Pulau Nias
PGN dan PLN perpanjang kontrak pasokan gas PLTGU Muara Tawar