Bantu korban gempa, KKP bakal kirim 48 ton ikan ke Palu
Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina mengatakan, sebanyak 48 ton ikan akan dikirimkan secara bertahap guna menghindari pembusukan ikan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengirimkan 48 ton ikan untuk korban bencana Donggala dan Palu di Provinsi Sulawesi Tengah. Nantinya, ikan tersebut akan disimpan di kota Palu.
Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina mengatakan, sebanyak 48 juta ton ikan akan dikirimkan secara bertahap guna menghindari pembusukan ikan.
"Kalau tidak ada halangan kita akan kirimkan sebanyak 48 ton. Secara bertahap 12 ton, 12 ton. Ini karena ikan kan nggak bisa tahan lama, dua hari saja sudah tidak baik kondisinya," tuturnya di Grand Hyatt Hotel Jakarta Pusat, Jumat (12/10).
Saat ini, pihaknya tengah mencari tempat penyimpanan (storage) di Palu guna menyimpan ikan-ikan tersebut sementara. Termasuk menghitung berapa banyak kebutuhan ikan untuk masyarakat yang mesti dipenuhi.
"Sekarang listrik sudah ada jadi mungkin sebagian besar sudah punya lemari es. Kami sedang cari thermo king yang bisa dipakai jadi penyimpanan sementara," jelasnya.
"Thermo king atau storagenya nggak butuh banyak, satu juga cukup. Karena kami cuma butuh bantuan untuk simpan ikan saja. Di sana sudah ada unit pengelola ikan jadi kami berharap bisa bantu operasionalnya kembali," tambah dia.
Meski demikian, Rina belum memaparkan secara pasti kapan pengiriman ikan itu dapat direalisasikan.
"Kita akan kirimkan dengan kapal pelni. Apakah bulan ini, doakan saja. Kami berharap secepatnya. Sekarang lagi lihat storage di sananya memadai apa tidak," tandasnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Selama dua minggu, Susi Air angkut bantuan 43.850 Kg ke Sulawesi Tengah
Arcandra Tahar: Sudah tak ada antrean BBM di Palu
Gempa 5,4 SR guncang Maluku Barat Daya
Pasca gempa dan tsunami, pasokan listrik di Palu dan Donggala sudah lebihi konsumsi
Arcandra sebut 85 persen wilayah Palu sudah kembali teraliri listrik