Bank Mandiri tak punya modal buat perkuat KPR BTN
BTN membutuhkan tambahan modal Rp 120 triliun untuk memenuhi back log perumahan 800.000 unit.
Alasan utama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan perihal pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri adalah agar BTN semakin kuat dalam lini bisnis kredit perumahan.
Dahlan melihat, selama ini permodalan BTN tidak mampu memenuhi tingginya kebutuhan dan permintaan masyarakat akan kredit perumahan. Untuk itu Dahlan meminta Bank Mandiri masuk dan mengakuisisi saham pemerintah di BTN. Alasan Dahlan itu tidak sesuai dengan kenyataan.
Sebab, Bank Mandiri mengaku tidak sanggup untuk memperkuat permodalan BTN dalam memenuhi selisih antara kebutuhan kredit perumahan dengan pasokan dari BTN atau bcak log. setiap tahun, BTN selalu back lock sebanyak 800.000 unit rumah dari total kebutuhan 15 juta unit.
"Saya bisa sampaikan bank sebesar Mandiri enggak sanggup berikan kredit sebesar itu. Jadi kalau saran saya baik sisi likuiditas atau modal perlu dipikir kembali," ujar Direktur Utama BMRI, Budi Gunadi Sadikin di kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (22/4).
Budi menuturkan, jika harga rumah sekitar Rp 150 juta, maka total anggaran yang diperlukan sebesar Rp 120 triliun untuk back log 800.000 unit. Anggaran sebesar itu tak mampu ditanggung oleh Bank Mandiri.
"Di negara lain itu, pembiayaan perumahan di luar negeri dilakukan semua bank, ya itu tadi, kalau sendiri enggak bisa. Bank Mandiri enggak bisa kasih kredit sebesar itu, " jelasnya.
Budi mengakui, hambatan dalam akuisisi BTN adalah likuiditas dan modal yang tidak mencukupi. Sehingga, membutuhkan mekanisme baru yang dibuat seperti mendapatkan intensif. "Hambatan di modal enggak cukup," katanya.
Dia mengaku tidak mungkin mengalokasikan belanja Bank Mandiri untuk menutupi back log perumahan BTN. Sebab Bank Mandiri harus mengamankan portofolio, "Mandiri mau tambah modal itu sudah susah. Mau right issue itu sudah mentok," katanya.
Budi tidak ingin akuisisi BTN justru menjatuhkan portofolio Bank Mandiri. Hal ini banyak terjadi pada perbankan saat krisis 1998.
"Kalau bisa jangan jatuh, kalau single bahaya, mahal sekali. Justru diverifikasikan, bukan masalah ambisius orang. Sama seperti satu jatuh dan lainnya," jelasnya.
Baca juga:
Dahlan kesal karyawan BTN tolak akuisisi oleh Bank Mandiri
Hatta tunggu penjelasan Dahlan soal akuisisi BTN
Dahlan berharap akuisisi BTN oleh Bank Mandiri rampung 3 bulan
Dahlan berharap akuisisi BTN oleh Bank Mandiri selesai 3 bulan
Dahlan tantang penolak akuisisi BTN demo di kantornya