Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dahlan tantang penolak akuisisi BTN demo di kantornya

Dahlan tantang penolak akuisisi BTN demo di kantornya Pekerja BTN tolak akuisisi Mandiri. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, menantang para karyawan Bank Tabungan Negara (BTN) penolak akuisisi untuk melakukan aksi unjuk rasa di kantornya. Ini menanggapi aksi ratusan karyawan BTN se-Jawa Timur yang melakukan unjuk rasa di kantor pusat BTN di Surabaya. Mereka menuntut agar rencana akuisisi BTN oleh Mandiri dibatalkan.

"Kalau mau demo di lantai 19 saja. Suruh ke lantai 19," ujar Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (22/4).

Dahlan mengungkapkan BTN tetap bakal eksis meski telah diakuisisi. Begitu pula dengan tingkat kesejahteraan karyawan bakal meningkat. Maka dari itu, para karyawan tidak perlu khawatir dengan adanya isu PHK jika BTN telah bergabung dengan Bank Mandiri.

"BTN tetap eksis, yang penting kesejahteraannya lebih baik," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam aksi unjuk rasa Serikat Pekerja BTN kemarin turut hadir mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, mantan Direktur BTN Siswanto, serta Pengurus DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Susanto Mundie Sudarmo.

Pekerja membawa spanduk, di antaranya bertuliskan "BTN Not For Sale", "Ada Agenda Tersembunyi Dalam Akuisisi BTN", atau "Jangan Jadikan BTN Komoditas Politik".

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat SP Bank BTN Satya Wijayantara meyakini rencana meleburkan BTN dengan Bank Mandiri yang digulirkan Menteri BUMN Dahlan Iskan setidaknya telah melanggar tiga regulasi sekaligus.

"Menteri BUMN melanggar UU Perseroan Terbatas, UU BUMN, dan ketentuan pasar modal," ujarnya di sela-sela aksi kemarin.

Para pekerja menampik argumen Dahlan, bahwa akuisisi ini bisa menciptakan iklim perbankan yang lebih sehat. Sebelumnya, Menteri BUMN membenarkan hendak menjadikan BTN sebagai anak usaha Bank Mandiri . Hal ini bertujuan agar Indonesia memiliki bank besar yang dapat mengalahkan bank di Malaysia, Thailand, maupun Singapura.

"Skemanya BTN menjadi anak usaha Mandiri, tidak dilebur tapi menjadi lebih kuat. BTN harus diperbesar," kata Dahlan pekan lalu setelah sempat menolak berkomentar tentang akuisisi itu.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP