LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bank Indonesia sebar uang baru senilai Rp 65,9 miliar di Sulsel

Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mendistribusikan uang baru Tahun Emisi (TE) 2016 senilai Rp 65,97 miliar. Pendistribusiannya dengan melakukan penukaran melalui kas-kas keliling, penukaran di 12 bank dan juga kas titipan di Kota Palopo, Parepare dan Kabupaten Bulukumba.

2017-01-04 17:27:27
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mendistribusikan uang baru Tahun Emisi (TE) 2016 senilai Rp 65,97 miliar. Pendistribusiannya dengan melakukan penukaran melalui kas-kas keliling, penukaran di 12 bank dan juga kas titipan di Kota Palopo, Parepare dan Kabupaten Bulukumba.

Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel Jundun Faisal di kantornya, Rabu, (4/1).

“Kami sudah dropping puluhan miliar itu ke wilayah Sulsel khususnya di Makassar. Dan saat ini masih tersisa Rp 100 miliar lagi yang dua pekan mendatang baru didistribusikan," ujar Jundun.

Advertisement

Pendistribusiannya di tahap awal ini masih terbatas. Sementara ini, baru 12 bank di antaranya BNI, BRI, Mandiri, BCA, Bank Niaga, BPD Sulselbar dan Bank Artha Graha. Bank-bank ini melakukan penukaran uang baru itu dua kali dalam satu minggu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat menjelaskan, jumlah bank di Sulsel sebanyak 76 bank, namun baru 12 bank yang dikerja samakan. Ke depannya akan diperluas kerja sama ke semua bank tersebut untuk melakukan penukaran uang baru secara bertahap. Termasuk juga yang ditukarkan adalah uang rusak, uang lusuh dan uang pecahan kecil.

Terkait pengamanan uang baru TE 2016 ini, kata Wiwiek, ada enam fitur keamanan yang melengkapi 11 pecahan uang baru tersebut yang bertujuan melindungi uang dari unsur pemalsuan dan untuk memudahkan masyarakat mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah. Antara lain cetakan terasa kasar jika diraba, gambar tersembunyi, gambar saling isi atau rectoverso, tinta berubah warna, benang pengaman dan anti copy.

Advertisement

“Untuk menurunkan atau menghilangkan 100 persen tindakan pemalsuan uang itu tidak mungkin karena yang namany orang hendak berbuat jahat tentu juga akan melakukan upaya-upaya sendiri bagaimana bisa menjalankan tujuannya. Mereka akan pelajari bagaimana cara memalsukannya, mencari bahannya apa dan seterusnya. Tapi itulah upaya maksimal yang telah kita lakukan. Sama halnya orang kalau punya rumah, agar tidak mudah dimasuki maling maka rumah akan diberi gembok. Inilah upaya yang bisa dilakukan Bank Indonesia. Fitur sekuriti itu yang mutakhir di dunia pencetakan uang saat ini,” tandas Wiwiek.

Baca juga:
Bos BEI dan BI kompak dukung Sri Mulyani putus kontrak JP Morgan
Jokowi diminta waspadai lonjakan inflasi karena penghapusan subsidi
Jusuf Kalla buka Pasar Saham 2017
Perjalanan utang luar negeri Indonesia tembus Rp 4.347 T di 2016
BI laporkan akun Facebook penyebar isu miring Rupiah baru
Penggunaan Rupiah di perbatasan gairahkan ekonomi nasional
Pembelaan BI uang baru disebut mirip Yuan sampai bukan buatan Peruri

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.