Banjir naikkan harga distribusi hingga 30 persen
Wamendag yakin Februari, biaya distribusi sudah normal.
Kementerian Perdagangan melihat kondisi banjir berimbas pada meningkatnya biaya distribusi beberapa industri. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, banjir menyebabkan kondisi jalan rusak dan berimbas pada besarnya biaya distribusi.
"Banjir ini bikin jalanan jadi rusak. Ini menjadi hambatan di distribusi. Beberapa industri sudah terkena dampaknya dan sudah mengkalkulasi ulang biaya distribusi," kata Bayu di Komisi VI DPR RI, Senin (10/2).
Menurut Bayu, pelaku industri sudah mulai melihat jangka waktu banjir melanda sebagian wilayah Indonesia, terutama Jakarta. Oleh sebab itu, pelaku industri berpotensi menaikkan ongkos distribusi antara 20 persen hingga 30 persen dari harga barang.
"Kalau kita lihat dari perhitungan, Ada yang 20-30 persen dari harga barang ada yang lebih rendah dari itu. Kalau dia naik 20 persen. Jadi total di harga dampak 4-5 persen," jelas Bayu.
Menurut Bayu, kenaikan harga tersebut relatif hanya dalam kurun waktu sesaat, mengingat para pelaku usaha juga mempertimbangkan daya beli masyarakat.
"Tergantung berapa lama, karena pengusaha juga tahu kalau naikkan harga konsumen juga berpengaruh. Saya kira hanya sementara. Banjir sudah mulai reda, tidak akan setinggi Januari," tutupnya.
Baca juga:
Cegah impor beras bermasalah, perlu diskusi dengan ASEAN
Kasus baru impor beras, Bea Cukai minta pengusaha lapor
Hindari fitnah, Menag minta PPATK buka dana haji mencurigakan
Temukan lagi beras impor bermasalah, kemenkeu sindir kemendag
Bea Cukai temukan kasus baru impor beras ilegal