LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bangun tol melayang Jakarta-Cikampek, Jasa Marga siapkan Rp 20 T

"Secara konsolidasi, capex (belanja modal) di 2017 kita akan double dari 2016. Sekarang 2016 kira-kira mendekati Rp 10 triliun. Dan di 2017 ya bisa di atas Rp 20 triliun,"

2016-12-19 20:36:34
Jasa Marga
Advertisement

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menganggarkan belanja modal atau capex (capital expenditure) lebih dari Rp 20 triliun pada 2017. Angka ini meningkat dua kali lipat dibanding belanja modal tahun 2016 sebesar Rp 10 triliun.

"Secara konsolidasi capex 2017 kita akan double dari 2016. Sekarang 2016 kira-kira mendekati Rp 10 triliun. Dan di 2017 ya bisa di atas Rp 20 triliun," kata Direktur Keuangan Jasa Marga, Anggiasari, di Jakarta, Senin (19/12).

Belanja modal ini akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional seperti untuk membangun tol baru Jakarta-Cikampek elevated yang rencananya akan di mulai pada triwulan II 2017.

Advertisement

Di lain hal, Jasa Marga menargetkan pendapatan naik 16 persen tahun depan. " Tahun ini 2016 kita Rp 8 triliun pendapatan tol. Nanti 2017 naik 16 persen," pungkasnya.

Sebelumnya, proyek pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II yang dibuat melayang milik PT Jasa Marga Tbk ditargetkan selesai pada 2019. Pembangunan jalan tol ini menjadi solusi atasi kemacetan di jalan tol tersebut.

"Saya kira manfaatnya diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kepadatan lalu lintas di wilayah sekitarnya, terutama memperlancar distribusi yang dapat mengurangi biaya logistik secara ekonomis," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono seperti dilansir Antara, Senin (5/12).

Advertisement

Dia berharap Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ini agar segera untuk dimulai pekerjaannya. Hal ini mengingat kondisi jalan tol saat ini yang sudah padat, memang harus dilakukan pelebaran terlebih dahulu.

"Mudah-mudahan tidak akan mencapai lebih dari tiga bulan," katanya.

Menurut Basuki, pembangunan jalan tol ini perlu memfokuskan pada metode kerja. Sebab, pembangunan proyek ini juga menghubungkan proyek LRT dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Sehingga, perlu sekali koordinasi yang penuh dalam proyek ini," tegasnya.

Baca juga:
Jual saham 2 anak perusahaan, Jasa Marga incar dana Rp 1 triliun
Cara bangun tol layang Jakarta-Cikampek agar tak timbulkan kemacetan
Masalah di balik pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek
Jurus BPJT atasi macet tol Cikampek akibat pembangunan jalan layang
Pembangunan tol Rp 6,2 T Serpong-Balaraja ditarget rampung 2020

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.