LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bangun perkotaan, pemerintah dituding utamakan kepentingan pengusaha

Hal ini akan berbahaya untuk pertumbuhan ekonomi negara karena tingkat kemiskinan akan semakin tinggi.

2016-05-20 17:32:09
Pembangunan infrastruktur
Advertisement

Pengamat Tata Kota Marco Kusumawijaya mengimbau pemerintah bisa mengolaborasikan pendapat dari berbagai pihak, baik pengusaha maupun rakyat kecil, dalam melakukan perbaikan dan pembangunan tata kota. Hal ini agar kota-kota di Indonesia menjadi kota ekologis yang mampu menyeimbangkan antara manusia dengan lingkungan.

"Proses kita membangun kota harus mengajak semua orang banyak terlibat sehingga mereka akan berbuat yang terbaik untuk kotanya tanpa harus disuruh-suruh. Karena ada good will dalam diri masyarakat," kata Marco di Institut Prancis di Indonesia (IFI), Jakarta, Jumat (20/5).

Dia menilai, saat ini pemerintah masih mementingkan kepentingan pengusaha dari pada rakyat kecil, salah satunya proyek reklamasi yang merugikan para nelayan Jakarta. Menurutnya, hal ini akan berbahaya untuk pertumbuhan ekonomi negara karena makin tertindasnya rakyat kecil dan tingkat kemiskinan akan semakin tinggi.

Dengan begitu, Marco mengimbau agar pemerintah bisa memberikan waktu luang untuk bertemu dengan rakyat. Sehingga pembangunan infrastruktur bisa memberi manfaat bagi semua pihak.

"Itu berbahaya kalau pemerintah membuat keputusan penting di saat kritis hanya atas dasar pandangan yang sempit dan hanya sebagian orang. Harus mampu mendengar banyak pihak," imbuhnya.

Baca juga:
IsDB beri pinjaman Rp 11,19 triliun untuk pembangunan Indonesia
Siemens berminat terlibat di proyek listrik 35 ribu MW
Proyek 35 ribu MW lamban, Menteri ESDM salahkan PLN
Perbaikan akses jalan PON 2016 terus dikebut
Presiden Jokowi direncanakan groundbreaking tol Batang-Semarang
IDB jalin kerja sama kedua dengan Indonesia senilai USD 5,4 M
China tawarkan utang Rp 80 T untuk proyek kereta Sumatera & Sulawesi

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.