Bangun pembangkit listrik, PLN tetap percaya kontraktor China
"Kalau sekarang kan kami beli listriknya jadi kalau rusak mereka yang tanggungjawab."
Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih tetap memercayakan proyek pembangkit listrik pada kontraktor China. Meskipun, perusahaan setrum negara tersebut pernah dikecewakan kontraktor Negeri Panda tersebut.
Direktur Perencanaan PLN Nicke Widyawati mengatakan pihaknya saat ini menjalankan skema kerja sama anyar dengan kontraktor China. Sebelumnya kontraktor hanya bertanggung jawab atas proses pengerjaan saja alias tak harus ikut pusing melakukan perawatan atau Inlet Pressure Control (IPC).
"Kalau IPC kan begitu selesai ya sudah terserah PLN. Kalau sekarang kan kami beli listriknya jadi kalau rusak mereka yang tanggungjawab," ucap Nicke di Kantornya, Jakarta, Rabu, (20/1).â¬
Menurut Nicke, Kedutaan Besar China untuk Indonesia nantinya juga bakal membantu memberikan rekomendasi kontraktor pelat merah terbaik. Selain itu, pemerintah jug masih akan menyeleksi ketat kontraktor yang direkomendasikan tersebut.
"Jadi pemerintah China melalui kedutaannya nanti akan memberikan rekomendasi BUMN dari China yang kredible berdasarkan evaluasi. Jadi nantinya hanya BUMN itulah yang diperbolehkan untuk ikut," jelas Nicke.â¬
"Kemudian technical evaluationnya juga kami melalui dua tahap. Jadi benar-benar lebih selektif."
Sekedar mengingatkan, PLN pernah mengeluhkan kelakuan kontraktor China yang menggunakan material tak sesuai standar. Akibatnya, penuntasan proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt tahap I mengalami keterlambatan.
Baca juga:
Awasi pembangunan 35.000 MW, PLN bentuk direktorat baru
Dari 35.000 MW, PLN baru realisasikan 100 MW
Sokong proyek 35 ribu MW, PLN butuh tambahan 5.558 pekerja
PLTP Kamojang 4, PLN-Pertamina sepakat harga uap USD 9,4 per kWh