Bangun pembangkit listrik, PLN cari pinjaman Rp 60 triliun
PLN akan mencari pinjaman hingga mencapai Rp 60 triliun pada tahun ini, untuk membiayai pembangunan pembangkit listrik. Sebab, kebutuhan dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan saat ini sangat besar, sehingga penarikan pinjaman tersebut harus dilakukan.
Direktur Keuangan PT PLN (Persero) Sarwono Sudarto mengatakan perseroan akan mencari pinjaman hingga mencapai Rp 60 triliun pada tahun ini, untuk membiayai pembangunan pembangkit listrik.
Menurutnya, kebutuhan dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan saat ini sangat besar, sehingga penarikan pinjaman tersebut harus dilakukan.
"Kami bisa saja tidak melakukan pinjaman, tapi tidak membangun apa-apa. Tahun ini pinjam enggak? Insya Allah kami pinjam. Kapan? Pada waktu yang tepat, bunga yang tepat, jumlah yang tepat, jadi ini yang kami tidak bisa katakan," ujar dia di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (28/3).
Dia menambahkan, pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan sistem kelistrikan di berbagai daerah, seperti membangun pembangkit listrik, transmisi dan gardu. Nantinya, pinjaman tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Mengingat, beberapa komponen untuk membangun sistem kelistrikan masih harus diimpor dari negara lain.
"Tergantung, lokalnya murah ya lokal sebagian besar, kalau mahal ya kita tidak. Kalau murah ya kita ambil sebagian, karena apa? Karena kita harus pinjam dolar juga, atau pinjam valas juga, valuta asing, karena barang sebagian juga impor, untuk pembangkit-pembangkit juga impor," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Harga jual batu bara diketok, PLN jamin tarif listrik tak naik hingga 2019
Tertinggi sejak 5 tahun, nilai investasi PLN capai Rp 89,5 triliun
2017, laba bersih PLN turun akibat naiknya harga batu bara
PLN Disjaya ajak masyarakat lestarikan sungai Ciliwung
Cara hemat listrik biar tagihan tak bengkak
PLN genjot pemanfaatan panas bumi kejar target bauran energi