Bangun ekonomi baru, Arab Saudi cari dana Rp 26.295 T
Salah satunya dengan melakukan IPO perusahaan raksasa di negaranya yaitu Saudi Aramco.
Perekonomian Arab Saudi tengah diambang kehancuran akibat anjloknya harga minyak dunia saat ini. Sebab, 75 persen pendapatan negara tersebut didapat dari hasil penjualan minyak mentah ke seluruh dunia.
Pangeran Arab Saudi Mohammed Bin Saman berencana membangun kekuatan ekonomi baru negaranya. Dia membutuhkan dana USD 2 triliun atau setara Rp 26.295 triliun. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan ketergantungan minyak di negaranya.
"Dalam waktu 20 tahun, kita akan menjadi negara yang tidak tergantung pada minyak," ujar dia seperti dilansir CNN Money, Minggu (3/4).
Langkah yang akan dilakukan pemerintah Arab Saudi adalah menjual saham perusahaan minyak raksasa milik negara, Saudi Aramco di bursa saham. Pangeran Mohammed menargetkan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ini dijadwalkan pada awal tahun depan.
Aramco adalah produsen minyak terbesar di dunia. Perusahaan ini mampu memasok minyak mencapai 12 persen dari total produksi minyak mentah dunia yang mencapai triliunan dolar.
Produsen minyak tersebut juga telah mengkonfirmasi rencana Pangeran Mohammed. Aramco mengakui sedang mempertimbangkan potensi IPO beberapa anak perusahaannya.
Pangeran menyebut langkah ini sebagai 'Rencana Transformasi Nasional' untuk menghilangkan ketergantungan negara terhadap minyak mentah.
Kendati demikian, rencana penawaran saham ini mendapatkan keraguan. "Setelah IPO dari Aramco, pemerintah akan mengalihkan sisa saham di perusahaan untuk Dana Investasi Publik. Dengan kata lain, itu mencerminkan pergeseran pada neraca, daripada aset baru," ujar Ekonom Senior Capital Economics William Jackson.
Baca juga:
Harga minyak naik tipis didorong data stok AS dan pelemahan USD
Saudi diprediksi lanjutkan produksi, harga minyak kembali anjlok
Harga tengah murah, ESDM bakal jor-joran beli BBM untuk cadangan
Harga minyak anjlok, media ternama Al Jazeera pecat 500 karyawan
Harga minyak kembali merosot ke USD 39,4 per barel
Produksi AS melimpah, harga minyak kembali merosot di bawah USD 40
Harga minyak cenderung stabil usai serangan bom di Belgia