Bahlil Ungkap Realisasi Investasi Minerba Capai USD 4 Miliar hingga Agustus 2025
Angka ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk mempercepat hilirisasi bauksit.
Pemerintah menargetkan investasi di sektor mineral dan batubara (minerba) pada tahun ini mencapai USD 7–8 miliar, dengan realisasi hingga Agustus 2025 sudah berada di kisaran USD 3–4 miliar.
“Investasi di bidang hilirisasi, untuk sektor minerba, tahun ini itu kan ditargetkan kurang lebih sekitar USD 8 miliar, USD 7-8 miliar. Realisasinya sekitar USD 3-4 miliar, sampai di bulan Agustus,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, saat ditemui di JCC, Jakarta, Rabu (15/10).
Angka ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk mempercepat hilirisasi bauksit dan meningkatkan nilai tambah komoditas tambang dalam negeri.
Bahlil menegaskan bahwa bauksit menjadi salah satu komoditas prioritas yang tengah didorong pemerintah untuk masuk ke tahap pengolahan di dalam negeri.
“Dan ini bagian daripada apa yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk dorong hilirisasi bauksit,” ujarnya.
Larangan Ekspor Bauksit Strategi RI Tarik Investasi
Dia menjelaskan, pelarangan ekspor bahan mentah tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menarik investasi industri pengolahan bauksit, sehingga nilai ekonominya tidak lagi dinikmati negara lain.
Bahlil menegaskan bahwa langkah ini akan terus dikawal pemerintah sebagai bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional.
“Bauksiy ini adalah salah satu komoditas yang akan kita dorong untuk hilirisasi. Dan sekarang kita sudah melarang ekspor bahan mentahnya. Ini sebagai bagian dari upaya untuk bagaimana bisa meningkatkan investasi,” ujarnya.
Kebijakan Larangan Ekspor
Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa kebijakan larangan ekspor bijih bauksit yang berlaku sejak Juni 2023 bukan keputusan dadakan, melainkan bagian dari transisi panjang menuju industrialisasi.
"Larangan ekspor bukan hanya soal pendapatan negara, tapi strategi membangun kemandirian industri nasional," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI, ditulis Kamis (1/5).
Tri menjelaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan bauksit yang besar. Namun sejak larangan ekspor diberlakukan, produksi bijih mengalami penurunan, dari 31,8 juta ton pada 2022 menjadi 19,8 juta ton di 2023 dan 16,8 juta ton pada 2024.