Badan Otorita Danau Toba mulai efektif bekerja September 2016
Fokus awal pembenahan akan berada pada bidang infrastruktur dan lingkungan.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Badan Otorita Danau Toba sudah terbentuk dan akan mulai efektif pada September 2016. Badan ini akan bertugas mengelola Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas pemerintah.
"Badan otorita sudah ditetapkan, orangnya juga sudah ditetapkan. Sudah efektif bulan depan (September)," kata Menteri Arief di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Kamis (18/8).
Dia menambahkan, Danau Toba sebelumnya dikelola oleh 7 kabupaten. Sehingga dengan adanya badan ini, pengelolaan Danau toba, khususnya untuk tourism resort, akan masuk dalam satu manajemen.
Pada masa awal bekerja, badan otorita akan fokus membenahi sektor infrastruktur dan lingkungan sekitar. "Setelah dibentuk badan otorita, diharapkan pengelolaan daerah yang otoritatif yang 500 hektar itu oleh 1 manajemen. Karena kita akan bangun tourism resort di sana. Sekarang kita lihat di infrastruktur dan lingkungan, kita fokus di situ," imbuhnya.
Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan, Badan Otorita Pariwisata Danau Toba akan dikelola secara berbeda. Nantinya, badan tersebut akan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
"Makanya dipilih seperti BLU (Badan Layanan Umum). Pengelolanya dipilih dari profesional swasta atau ASN (Aparatur Sipil Negara) dengan remunerasi kompetitif. Kedua, BLU ini akan diaudit perusahaan akuntan profesional," jelas Rizal di kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/3).
Lebih lanjut, Rizal menambahkan, masa kerja badan tersebut 25 tahun dan bisa diperpanjang oleh pemerintahan berikutnya. Badan tersebut juga nantinya bisa mencari pendanaan sendiri melalui penerbitan obligasi (surat utang).
"Bupati akan dilibatkan sebagai advisory, pembangunan fisik dapat usulan dari Bupati, dan dieksekusi badan otorita," pungkas dia.
Baca juga:
Ini cara anyar pemerintah Jokowi promosikan wisata Danau Toba
Sulut genjot sektor pariwisata, ingin jadi Bali kedua di Indonesia
Pemprov Jabar gelar Festival Geopark Ciletuh
Selain kapal pesiar, pemerintah akan pangkas tarif inap jet pribadi
Luhut ungkap biaya sandar mahal buat kapal pesiar dunia ogah ke RI
Gubernur Kepri: Di Batam, kita sudah bisa bikin kapal perang
Merdeka.com luncurkan webseries Wonderful Extreme Indonesia