Awal pekan, IHSG menunggu 'obat kuat'
"Rawan pelemahan lanjutan jika sentimen yang ada tidak cukup kuat mendukung pembalikan arah IHSG."
Pada perdagangan awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada pada support 4828-4846 dan resisten 4868-4900.
Analis Trust Securities Reza Priyambada memaparkan, meski laju IHSG sempat melewati kisaran support (4870-4880) namun, berakhir di bawah kisaran target tersebut.
"Sehingga rawan kelanjutan pelemahan jika sentimen yang ada, terutama dari imbas laju bursa saham global tidak cukup kuat mendukung pembalikan arah bagi IHSG," terang Reza, Senin (7/4).
Menurut Reza, itu didasarkan pada pergerakan IHSG akhir pekan lalu. Sentimen yang ada tidak cukup kuat mendukung penaikan lanjutan IHSG.
"Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk profit taking," imbuh Reza.
Kecuali saham komoditas, saham di sektor bisnis lainnya mengalami aksi jual. Sebagian besar saham komoditas mengalami penaikan aksi beli seiring reboundnya harga komoditas.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 4899,21 di awal sesi 1 dan terendah 4839,26 di awal sesi 2. Kemudian berakhir di 4857,94.
"Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell."
Baca juga:
Ikuti pasar regional, IHSG dibuka turun tipis
Aksi ambil untung buat IHSG ditutup parkir di zona merah
Akhir pekan IHSG dibuka menguat 6 poin
Potensi penguatan IHSG makin besar
Catat pembelian asing Rp 1 T, IHSG sukses ditutup di zona hijau