LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Aturan hilirisasi buat optimisme bisnis Indonesia menurun

Indeks tendensi bisnis pada kuartal I 2014 hanya 101,95. Angka ini menurun dari kuartal IV 2013 yang mencapai 104,72.

2014-05-05 16:17:14
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei tendensi bisnis atau tingkat optimisme bisnis di Indonesia. Survei ini dilakukan BPS bersama Bank Indonesia. Dalam hasilnya, indeks tendensi bisnis pada kuartal I 2014 hanya 101,95. Angka ini menurun dari kuartal IV 2013 yang mencapai 104,72.

Kepala BPS Suryamin menyebut turunnya indeks tendensi bisnis karena ada aturan hilirisasi dalam UU Minerba No 4 Tahun 2009. Indeks tendensi bisnis yang mengalami penurunan tajam adalah sektor pertambangan dan penggalian dari 106,00 menjadi hanya 96,61.

Penurunan indeks tendensi bisnis juga terjadi pada sektor industri pengolahan dari 104,16 hanya menjadi 99,74. Selanjutnya sektor listrik, gas dan air bersih turun dari 107,33 menjadi hanya 99,96. Sektor konstruksi juga turun dari 106,31 menjadi 98,32. Serta sektor perdagangan, hotel dan restoran turun dari 106,94 jadi hanya 99,77.

"Optimismenya menurun mungkin karena ada Pemilu juga," tambah Suryamin.

Indeks tendensi bisnis yang baik adalah sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan naik dari 95,54 menjadi 115, 79. Sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan juga naik dari 107,20 menjadi 108,43. Terakhir sektor jasa jasa juga mengalami kenaikan dari 103,33 menjadi 108,30

Suryamin memprediksi indeks tendensi bisnis akan kembali meningkat pada kuartal II 2014. Potensi bisnis kuartal II disebut akan lebih tinggi daripada kuartal I 2014. Seluruh sektor ekonomi diperkirakan akan mengalami peningkatan.

"Indeks tendensi bisnis kuartal II 2014 diperkirakan mencapai 105,98. Paling tinggi itu sektor keuangan, real estate, jasa perusahaan. Ini karena adanya peningkatan harga produk, order luar negeri dan order barang input," tutupnya.

Baca juga:
Yakin langkah pemerintah tepat, Dahlan tak takut pada Freeport
Smelter Freeport-Antam mulai dibangun tahun depan
5 Alibi pemerintah beri diskon bea keluar untuk Freeport
Beri diskon ke Freeport, Jero Wacik tak ingin disebut takut AS
Indonesia tak takut ancaman Jepang gugat hilirisasi ke WTO

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.