Astra Sedaya Finance janji tak naikkan suku bunga kredit kendaraan
Terkait kebijakan BI yang telah menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate menjadi 5,25 persen, ini diyakini tidak akan seketika mempengaruhi tingkat keuntungan perusahaan.
Presiden Direktur PT Astra Sedaya Finance (ASF), Siswadi berjanji tidak akan menaikkan suku bunga kredit pembiayaan kendaraan bermotor.
"Saya nggak akan naikin karena lihat kompetisi. Bagaimana saya punya kemampuan internal, banyak sekali faktornya. Kalau dijadikan salah satu acuan saya setuju, tapi satu-satunya acuan tidak," tuturnya di Jakarta, Selasa (24/7).
Menurut Siswadi, suku bunga bukanlah satu-satunya pertimbangan dalam usaha pembiayaan. Sebab, bank sendiri dalam memberikan pinjaman kepada masing korporasi menerapkan kebijakan suku bunga yang berbeda-beda.
"Agak sulit untuk bisa dipukul rata. Kita sih relatively nggak ngaruh. Bisa saja kita ngga naikin suku bunga. Kita di perusahaan yang sudah 36 tahun dan nggak pernah default pasti relatively lebih aman," kata dia.
Terkait kebijakan BI yang telah menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate menjadi 5,25 persen, ini diyakini tidak akan seketika mempengaruhi tingkat keuntungan perusahaan.
"Sejauh ini kita masih kuat untuk berikan suku bunga yang cukup kompetitif. Tidak serta merta hari ini kita booking jadi profit buat saya lho. Jadi nggak bisa diakuin suku bunga 13 persen naik ke 15 persen lalu nambah profit 2 persen hari ini? Ya enggaklah," tandasnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Perang diskon bikin profit bisnis otomotif Astra turun di 2017
Raup laba Rp 18,9 triliun, Astra sebar dividen Rp 185 per saham
Astra Infra ngotot ingin jadi bagian konsorsium operator Pelabuhan Patimban
Setelah jalan tol dan pelabuhan, Astra Infra incar bisnis bandara Tanah Air
Astra prediksi pasar motor nasional 6 juta unit di 2018
Kuartal III 2017, kas bersih Astra turun menjadi Rp 1,2 T dari Rp 6,2 T