Asosiasi sebut waralaba asing di Indonesia masih mendominasi
Anang menargetkan waralaba bisa tumbuh hingga 2 persen di tahun 2017, dan Business Opportunity (BO) bisa tumbuh mencapai 8-10 persen.
CEO Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan waralaba asing yang tersebar di Indonesia masih lebih banyak dibandingkan waralaba lokal. Di mana waralaba asing berjumlah 400 usaha, sedangkan waralaba lokal hanya sekitar 200 usaha.
"Kalau asing kan lebih mau berjuang. Orang kita lebih ingin cepat jadi, agar cepat dapat duit. Padahal, baru jadi BO (Business Opportunity) sudah mau dijual, dikasih mitra. Tidak jadi waralaba dia," ujar Anang di Jakarta, Jumat (25/11).
Dengan demikian, dia meminta adanya pembinaan dan pendampingan dari pemerintah untuk membantu meningkatkan waralaba lokal, terutama pembinaan dalam strategi bisnis jangka panjang. Sehingga, bukan hanya mudah dalam mendapatkan modal, namun waralaba juga bisa menjalankan bisnis yang menjanjikan.
Dengan adanya pembinaan ini, Anang menargetkan waralaba bisa tumbuh hingga 2 persen di tahun 2017, dan Business Opportunity (BO) bisa tumbuh mencapai 8-10 persen.
"Kita mengharapkan ada pembinaan dan pendampingan dari pemerintah. Yang lokal kurang banyak dan kurang ulet. Usaha itu kalau mau diwaralabakan kan harus sukses dulu," imbuhnya.
Baca juga:
Punya modal Rp 7,5 juta bisa buka waralaba donat bakar
Pemerintah klaim peta jalan waralaba Indonesia rampung 2017
Cerita Jokowi, bisnis furnitur miliknya kalah dengan Markobar
Pengakuan Jokowi, kekayaannya dikalahkan pengusaha waralaba muda
Jokowi sebut kepemilikan waralaba tandai kemajuan suatu kota
Jokowi: Konsep waralaba bawa bisnis lokal ke kelas internasional
Total omzet waralaba RI capai Rp 172 T dan serap 90.000 tenaga kerja