LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Arcandra: Impor LPG dari Iran untuk penuhi kebutuhan dalam negeri

Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISN) Pertamina, Daniel Sahputra Purba mengakui, saat ini Indonesia masih tergantung impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) karena kebutuhan dalam negeri akan terus meningkat.

2017-03-01 12:03:33
Gas Elpiji
Advertisement

Indonesia akan mengimpor bahan bakar gas cair (LPG) dari Iran sebesar kurang lebih 500 ribu metrik ton. Sementara Iran akan membangun mobile powerplant di Indonesia sebesar kurang lebih 5.000 megawatt.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar berharap, melalui kerja sama ini kebutuhan LPG nasional ke depannya dapat terpenuhi.

"Kita fokus ke LPG. LPG sudah selesai, impor LPG dan kita bilang juga bahwa kebutuhan LPG kita, kita bisa impor dari mereka. Saya berharap maksimum 10 persen kebutuhan impor LPG," ungkap Arcandra di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Rabu (1/3).

Advertisement

Sebelumnya, Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISN) Pertamina, Daniel Sahputra Purba mengakui, saat ini Indonesia masih tergantung impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) karena kebutuhan dalam negeri akan terus meningkat.

"Tahun ini 70 persen LPG impor. Jadi kita akan tergantung impor. Tahun sebelumnya impor LPG 65 persen," kata Daniel di Hotel Shangrila,Jakarta, Selasa (17/1).

Kendati begitu, pihaknya akan menandatangani kontrak pembelian jangka panjang 90 persen untuk impor LPG dari Timur Tengah. Dia berharap beroperasinya Panama kanal di Amerika Serikat akan banyak kapal yang menampung LPG dari Amerika masuk ke kawasan Asia Pasifik.

Advertisement

"Sekarang kita akan lakukan lebih awal, untuk mengakomodir kargo-kargo yang masuk ke Asia Pasifik, kita harapkan harganya lebih menarik bisa berkompetisi dengan sumber pasokan sebelumnya (dari Timur Tengah)," jelasnya.

Selain itu, kata dia 30 persen dari seluruh pasokan LPG di Indonesia akan dipasok dari kilang milik Pertamina dan Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) lainnya di dalam negeri. Pada 2016, kebutuhan LPG di Indonesia tercatat sebesar 6,57 juta ton, dan 4,37 juta ton adalah hasil impor luar negeri dari Timur Tengah.

"Dari dalam negeri itu sumbernya dari pertamina sendiri, atau dari lapangan KKKS, dan yang cukup besar itu dari LNG Bontang," tukasnya.

Baca juga:
Pertamina: Kafe elite di Kemang banyak gunakan elpiji subsidi
Pemkot Banda Aceh minta PNS & orang kaya beralih gunakan Bright Gas
Masih ada kendala, penyaluran tertutup subsidi elpiji terancam molor
Maret, Pertamina siap jual elpiji subsidi pakai kartu
Sejak 2007, program konversi BBM ke LPG hemat subsidi Rp 197 triliun

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.